Berita Lembata Terkini
55 Ekor babi Mati, 130 Ekor Babi Sakit, Hog Cholera atau Virus ASF Menyerang
Dinas Peternakan Kabupaten Lembata melaporkan sebanyak 55 ekor babi mati dan 130 ekor babi yang sakit. Kejadian ini terpantau sejak tanggal 23 Desembe
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Dinas Peternakan Kabupaten Lembata melaporkan sebanyak 55 ekor babi mati dan 130 ekor babi yang sakit. Kejadian ini terpantau sejak tanggal 23 Desember 2020.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq menjelaskan dari hasil diagnosa oleh tim dokter hewan pada dinas peternakan Kabupaten Lembata akibat kematian diduga sementara karena virus hog colera, virus babi Afrika (African Swine Fever) dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
"Sehingga belum dipastikan sebab-sebab kematian karena masih menunggu hasil laboratorium dari Balai Besar Veteriner (BBvet) Denpasar melalui pengiriman darah dan organ bagian dalam ternak babi yang baru dikirim pada tanggal 29 Desember 2020," kata Kanisius Tuaq saat dihubungi Pos Kupang, Rabu (30/12/2020).
Dia menjelaskan awalnya babi yang terjangkit berasal dari babi yang sudah terjangkit sakit, kemudian dipotong lalu dijual di tempat umum.
Akibatnya, babi yang lain pun terjangkit sakit.
Kanis menambahkan untuk mengatasi meluasnya kematian ternak babi di Kabupaten Lembata maka langkah-langkah yang sedang dilakukan yakni
(1) memberikan edukasi kepada masyarakat lewat pengumuman di media sosial, dan tempat keramaian,
(2) pelayanan pengobatan, vaksinasi bagi ternak yang sakit
(3) memperketat pengawasan lalu lintas ternak di setiap kecamatan untuk tidak membawa ternak babi dan hasil olahan ternak babi (sate babi, se'i babi, kecap babi) ke luar Kota Lewoleba,
(4) mengirim sampel darah dan organ tubuh ternak babi ke balai veteriner Denpasar untuk uji laboratorium, (5) membuka pos penjagaan di pintu masuk Kecamatan Omesuri, Desa Lebe Wala guna meminimalisasi penyebaran wabah ke wilayah Kedang.
Keterangan Foto/Dokumen Dinas Peternakan Lembata/Dinas Peternakan Kabupaten Lembata melaporkan sebanyak 55 ekor babi mati dan 130 ekor babi yang sakit. Kejadian ini terpantau sejak tanggal 23 Desember 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dinas-peternakan-kabupaten-lembata-melaporkan-sebanyak-55-ekor.jpg)