Sabtu, 11 April 2026

Akses Jalan Dua Kecamatan Terhambat Akibat Longsor

Longsor berakibat ruas jalan Simpang Bauraja-Nubahaeraka-Lebaata Kecamatan Atadei dan Simpang Leworaja Kecamatan Wulandoni ini terputus

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Dokumen Warga Leworaja
Hujan lebat pada 23-24 Desember 2020 menyebabkan longsor dan berakibat ruas jalan yang menghubungkan Simpang Bauraja-Nubahaeraka-Lebaata Kecamatan Atadei dan Simpang Leworaja Kecamatan Wulandoni ini terputus lantaran timbunan material batu yang menutupi badan jalan. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Hujan lebat pada 23-24 Desember 2020 menyebabkan longsor dan berakibat ruas jalan yang menghubungkan Simpang Bauraja-Nubahaeraka-Lebaata Kecamatan Atadei dan Simpang Leworaja Kecamatan Wulandoni ini terputus lantaran timbunan material batu yang menutupi badan jalan.

Timbunan material bebatuan mengakibatkan akses masyarakat di dua kabupaten melintasi jalur ini terhambat.

Tejio Lewar menjelaskan, timbunan material bebatuan mengganggu aktivitas warga terutama kegiatan para pebakul ikan.

Baca juga: BNI Maumere Berbagi Damai Natal, 500 Paket Sembako Bagi Warga Kurang Mampu

"Jalan ini menjadi jalan utama bagi para pembakul ikan baik yang orang Leworaja maupun orang Atadei yang datang ambil ikan di Leworaja untuk dijual di wilayah Atadei. Hampir setiap hari mereka pergi pulang lewat jalan ini. Mayoritas menggunakan sepeda motor. Ini juga jalan bagi para petani Leworaja yang hendak ke kebun," terang Lewar ketika dihubungi wartawan, Selasa (29/12/2020).

Tejo Lewar menambahkan, saat ini, langkah penanggulangan bencana baru dilakukan oleh masyarakat Desa Leworaja secara swadaya.

Baca juga: Bupati Djafar dan Frans Lewang Pantau Ende dari Udara, Begini Kondisinya

Pada Senin, 28 Desember 2020, puluhan pemuda Leworaja secara gotong royong membersihkan material bebatuan yang menumpuk di badan jalan.

"Hari ini kami anak-anak muda di Leworaja, kami bakti bersihkan batu-batu yang tumpuk di jalan. Namun kami swadaya saja jadi hanya bisa buka sedikit ruang untuk jalan sepeda motor. Tapi ini belum aman, karena banyak material batu di dinding tebing yang kalau hujan lebat lagi pasit akan longsor lagi. Jadi kalau bisa, pemerintah kabupaten bisa bantu alat berat untuk gusur lagi. Supaya lebih aman. Takutnya kalau hujan lebat lagi," papar Lewar.

Leroaja adalah desa nelayan di pesisir selatan Pulau Lembata dan masuk wilayah Kecamatan Wulandoni.

Hasil ikan para nelayan di tempat ini, salah satunya untuk melayani kebutuhan ikan warga di Kecamatan Atadei yang dibawa oleh para pembakul dengan sepeda motor melalui jalan tersebut.

Ruas jalan ini berstatus jalan kabupaten dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Lembata Nomor 259 tahun 2017.

Selain gotong royong membersihkan material longsoran, Tejo Lewar menambahkan pihaknya sedang berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk membuat laporan resmi ke pemerintah daerah Kabupaten Lembata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved