Breaking News:

Resmikan Sanitasi Perdesaan, Sekdes Odaute: Kami Masih Konsumsi Air Lembah yang Sangat Kotor

Resmikan sanitasi perdesaan, Sekdes Odaute: kami masih konsumsi air lembah yang sangat kotor

Dok. Humas Nagekeo
Suasana saat peresmian di Desa Odaute Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Minggu (27/12/2020). 

Resmikan sanitasi perdesaan, Sekdes Odaute: kami masih konsumsi air lembah yang sangat kotor

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Wakil Bupati Nagekeo ( Wabup Nagekeo), Marianus Waja, melakukan kunjungan kerja ke Desa Odaute, Kecamatan Nangaroro, Minggu (27/12/2020).

Kegiatan memang dijadwalkan tepat pukul 10.00 Wita. Namun, Wabup Marianus lebih awal keluar dari Mbay dan sempat mengikuti ibadah bersama umat di Kapela St. Benediktus Wodomia, desa Odaute pukul 08.00 Wita.

Baca juga: Waspada Bencana - BPBD Sumba Timur Keluarkan Surat ke Kecamatan

Kunjungan ini sekaligus dalam rangka serah terima hasil pekerjaan sanitasi perdesaan padat karya 2020, yang tersebar di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Nagekeo dengan total alokasi anggaran sebesar 3,5 miliar rupiah.

Pekerjaan Sanitasi ini bersumber dari dana APBN melalui Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR RI . Infrastruktur yang dibangun berupa jamban dan tangki septik individual standar nasional.

Sekertaris Desa (Sekdes) Odaute, Servas Noe, mewakili 10 desa penerima program menyampaikan terima kasih, hari ini kami mendapat 10 program sebagai kado Natal dan tahun Baru.

Baca juga: Aparat Polres Kupang Kota dan TNI Kodim 1604 Kupang Amankan Sepeda Motor Bekas Asal Jakarta

"Izinkan saya berbicara mewakili 10 desa. Kami bersyukur dan berterima kasih, karena dengan adanya program ini, sedikitnya kami sudah merasakan begitu adanya perhatian pemerintah untuk kami yang selama ini kami rindukan. Dengan adanya sanitasi perdesaan ini, kami sedikit mengalami kemajuan dan perkembangan," ujarnya.

Ia mengatakan secara umum Odaute baru mekar 2011.
Odaute mulai di pintu masuk, jalan masih berlumpur. Setelah sekian lama tahun, dalam waktu dekat kami akan nikmati listrik.

"Kami juga adalah fokus lokasi stunting Nagekeo. Kami masih konsumsi air lembah yang sangat kotor. Saat hujan syukur ada PAH (penampung air hujan). Pada musim panas kami beli air tangki dari Mbay dengan harga Rp 800 ribu-an," ujarnya.

Ia berjanji akan menjaga dan merawat fasilitas yang sudah dibangun demi masyarakat seluruhnya.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved