Mahfud MD Meradang Soal Ini: Siapa Bilang Ulama Dikriminalisasi? Kalau Ada Secepatnya Saya Bebaskan!
"Ayo sebutkan satu saja, siapa ulama yang dikriminalisasi sekarang ini. Sebagai MenkoPolhukam akan saya usahakan untuk bebas secepatnya jika ada."
Mahfud MD Meradang Soal Ini: Siapa Bilang Ulama Dikriminalisasi? Kalau Ada Secepatnya Saya Bebaskan!
POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Menko Polhukam, Mahfud MD kembali dibuat pusing. Pasalnya ada sekelompok orang yang menyebutkan bahwa saat ini ulama sedang dikriminalisasi.
Lantaran pernyataan bahwa ulama sedang dikriminalisasi, Menko Polhukam ini meradang dan melontarkan pernyataan tegas soal itu.
Mahfud MD mengatakan, sampai saat ini, tidak ada ulama yang dikriminalisasi.
"Kapan terjadi kriminalisasi ulama? Coba sebutkan satu saja ulama yang dikriminalisasi," lanjut Mahfud.
Jika ada ulama yang dikriminalisasi, Mahfud mengaku sebagai Menko Polhukam akan mengusahakan untuk membebaskan secepatnya.
Mahfud juga mengatakan tidak ada ulama-ulama yang dihukum karena pilihan atau sikap politiknya.
Justru, kata Mahfud, banyak ulama aktif di berbagai lini politik baik koalisi maupun opisisi.
"Jadi tak ada di sini ulama dikriminalisasi. Malah ulama-ulama aktif di berbagai lini politik, koalisi maupun oposisi, tapi tak ada ulama yang dihukum karena pilihan atau sikap politiknya".
"Tapi kalau tindak pidana ya ada dua atau tiga orang yang dipidana, dan orang itu diulamakan," kata Mahfud ketika dihubungi Tribunnews.com pada Kamis (24/12/2020).
Mahfud menambahkan justru saat ini banyak yang bukan ulama dihukum.

"Yang tidak ulama justeru banyak yang dihukum, misal, Joko Tjandra, Benny Tjokro, jenderal-jenderal polisi, Pinangki Sirna Malasari, Anita, dan sangat banyak lagi lainnya," kata Mahfud.
Sebelumnya, Mahfud mengaku bertanya beberapa aktivis termasuk keponakannya yang mengaku simpatisan Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam (FPI), meski bukan anggota FPI, serta gerakan perjuangan yang katanya perjuangan Islam.
Mahfud mengaku menanyakan hal tersebut karena gerah dengan narasi di Indonesia ada Islamofobia dan karenanya terjadi "kriminalisasi terhadap ulama".
Ketika dikonfirmasi Tribunnews.com pada Kamis (24/12/2020) Mahfud membenarkan cerita tentang pertanyaan tersebut ia unggah pertama kali di grup Whats App "Globalized NU".