Penjelasan Edo Rusyanto Mengenai Keselamatan Berkendara

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto mengatakan, angka kematian akibat kecelakaan lalulintas di NTT

Editor: Kanis Jehola
Penjelasan Edo Rusyanto Mengenai Keselamatan Berkendara
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
Pose bersama influencer keselamatan berkendara Kaboax dan Jajaran PT Jasa Raharja Cabang NTT, Rabu, 23/12/2020. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto mengatakan, angka kematian akibat kecelakaan lalulintas di NTT serta Korban nyawa akibat kecelakaan tersebut, bukan sekedar angka. Tetapi, itu adalah persoalan kemanusiaan, kesehatan, sosial, dan diri sendiri.

"Kita semua mengetahui bahwa, kecelakaan itu sangat menyakitkan. Karena tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga materi," ujarnya dalam Webinar keselamatan berkendara bertajuk " Drive Safe, Save Other", Rabu, 23/12/2020.

Baca juga: Ini Penjelasan Dirlantas Polda NTT, Mengenai Keselamatan Berkendara, YUK Simak Bersama

Dikatakan Edo, lebih dari sebagian korban kecelakaan, terdampak secara materi. Kecelakaan di NTT, lebih banyak melibatkan usia produktif. Hal ini sangat disayangkan. Pasalnya, mereka adalah generasi penerus bangsa.

Demi mencapai bonus demografi dunia, generasi muda diganggu oleh persoalan kesehatan yang mana salah satunya adalah kecelakaan, maka sangat beresiko pada generasi muda pada tahun 2045 nanti.

Merujuk pada pernyataan Kapolda NTT terkait kecelakaann yanh secara kasat mata terlihat cukup tinggi, bagi Edo, hal ini merupakan sebuah pertanyaan besar. 

Baca juga: Tanam Jagung Simbolis di Bena TTS, Gubernur Viktor Laiskodat : Kerja Harus Berdasarkan Data Riil

"Kenapa kecalakaan sedemikian tinggi?. Seperti contoh, sudah tahu lampu merah, artinya semua berhenti. Kenapa diterobos? Misalnya begitu," ucapnya.

Kenyataan ini memberikan pemahaman bahwa, tahu saja tidak cukup. Proses internalisasi, terkait hal ini mesti ditingkatkan. Pasalnya siapapun bisa menjadi korban lalu-lintas jalan.

Merespon fenomena ini, Edo mengajak semua pihak untuk memperkecil resiko di jalan raya. 

Menurut Edo, terdapat empat upaya memperkecil resiko di jalan raya, yakni, Empati, Kompetensi, Regulasi dan Sinergi. 

Setiap orang semestinya dibekali pengetahuan tentang peraturan lalu-lintas yang benar demi meminimalisir kecelakaan. Selain itu, masyarakat juga harus diberikan teladan yang baik agar kesadaran berkendara yang aman bisa muncul.

Upaya menekan resiko berkendara juga, beber Edo, seharusnya didukung oleh infrastruktur, gerakan publik dan kesadaran itu sendiri. 

"Kalau keselamat sebagai panglima di jalan raya, orang akan berkata tidak untuk dirinya, tetapi juga untuk pengguna jalan yang lain," tutupnya (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved