Cegah ASF Masyarakat Manggarai Barat Jangan Buang Bangkai Babi Sembarangan

Kadis PKH Kabupaten Manggarai Barat, drh. Theresia P. Asmon mengimbau masyarakat agar tidak membuang bangkai babi sembarangan

Editor: Kanis Jehola
istimewa
Suasana penyisiran aliran air untuk mengumpulkan bangkai babi yang dibuang oknum masyarakat di Kecamatan Lembor, Kabupaten Mabar, Rabu (23/12/2020).       

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Manggarai Barat, drh. Theresia P. Asmon mengimbau masyarakat agar tidak membuang bangkai babi sembarangan, Rabu (23/12/2020).

Hal tersebut dilakukan agar mencegah penyebaran Virus African Swine Fever ( ASF) atau demam babi Afrika di Kabupaten Mabar.

"Kalo ada babi yang mati, segera dikuburkan, sehingga bisa melindungi populasi yang lain," ungkapnya.

Baca juga: Jasa Raharja Cabang NTT Gelar Webinar Keselamatan Berkendara

Saat ini, lanjut Asmon, kebiasaan masyarakat yang membuang bangkai babi sembarangan seperti membuang babi di sungai atau saluran air, padahal, babi yang mati seharusnya langsung dikuburkan.

"Kematian memang menurun di bulan Desember 2020 ini, khusus di Kecamatan Lembor ada masyarakat yang tidak bertanggung jawab membuang bangkai ke saluran air yang dimanfaatkan banyak masyarakat lainnya, tindakan ini juga mencemari lingkungan," tegasnya.

Baca juga: Amerika Bergejolak! Joe Biden Kecam Presiden Donald Trump, Biden Geram Tak Akan Beri Ampun

Menanggapi hal itu, Dinas PKH Mabar dalam hal ini Tim Puskeswan, bekerja sama dengan pihak kecamatan Lembor dan Koramil 1612/06 Lembor melakukan penyisiran di semua aliran sungai di Lembor.

Sejumlah bangkai babi yang ditemukan langsung diangkut, selanjutnya dilakukan penguburan dan pembakaran terhadap bangkai babi tersebut.

"Ditemukan ada puluhan bangkai babi, beberapa sudah hancur dan dikubur di lokasi pertanian kebun milik dinas yang tidak diakses masyarakat umum," katanya.

Pada pekan lalu, lanjut Asmon, Tim Dinas PKH Kabupaten Mabar telah turun ke semua paroki di untuk melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait ASF.

"Jadi memanfaatkan moment Natal untuk mengimbau masyarakat, karena pengendalian ASF, perubahan perilaku masyarakat menjadi poin utama," jelasnya.

Menurutnya, pihak paroki sangat merespon baik dan semua stasi telah diundang dan surat kewaspadaan ASF akan disampaikan saat perayaan misa.

Pihaknya berharap, masyarakat menguburkan ternak babi yang mati dan untuk ternak babi yang masih dipelihara agar tidak memberi makan babi dengan pakan yang telah terkontaminasi babi atau daging babi lainnya.

"Kematian Karena ASF bisa dicegah, patuhi protokol pencegahan ASF. Kalau bahasa Daerah Manggarai 'ireng one mai ela teing kole one ela', artinya semua yang dari babi tidak boleh kembali ke babi," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved