Salam Pos Kupang
Air Mancur Menari
Kota Kupang memiliki icon baru, air mancur menari. Fasilitas ini melengkapi Taman Tirosa di Jalan Bundaran PU
POS-KUPANG.COM - Saat ini Kota Kupang memiliki icon baru, air mancur menari. Fasilitas ini melengkapi Taman Tirosa di Jalan Bundaran PU, yang telah dibangun pemerintah terlebih dahulu. Air mancur menari mulai berfungsi setelah diresmikan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Minggu (20/12/2020).
Taman Tirosa merupakan satu-satunya taman yang memiliki air mancur. Berbeda dengan tujuh taman lainnya yang juga dibangun Pemerintah Kota Kupang masa kepemimpinan Jefri Riwu Kore-Hermanus Man.
Ketujuh taman dimaksud adalah Taman Adipura (Jalan Adisucipto), Taman Patung Kasih (perempatan Jalan Piet Tallo dan Jalan Herman Johannes), Taman Patung Sonba'i (Jalan Urip Sumohardjo).
Baca juga: Satu Pasien Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur Sembuh
Berikutnya, Taman Tagepe (Jalan Sam Ratulangi) dan Alun-alun Kota (Jalan Timor Raya) serta Taman Fontein (Kelurahan Fontein).
Selain sebagai ruang terbuka hijau, taman-taman dimaksud juga dijadikan tempat rekreasi dan aktifitas ekonomi. Patut diakui bahwa kehadiran taman beserta air mancur menari membuat wajah kota lebih hidup dan modern.
Baca juga: Ketua MUI NTT Serukan Kerukunan
Keberadaan air mancur menari menarik perhatian. Warga mendatangi lokasi tersebut untuk menyaksikan secara langsung. Tidak sedikit yang mengabadikannya dengan cara selfie menggunakan kamera handphone. Respon yang wajar terhadap sesuatu yang baru. Kita meyakini Taman Tirosa Bundaran PU akan semakin ramai pengunjung.
Kita mengapresiasi pemerintah yang terus melakukan penataan Kota Kupang. Ide, gagasan dan program kreatif terus dilahirkan untuk mewujudkan Kota Kupang setara dengan kota-kota lainnya di Indonesia, dari aspek pembangunan infrastruktur serta sarana prasarana pendukung.
Secara jujur harus kita akui bahwa pembangunan fasilitas publik di era kepemimpinan Jefri-Herman cukup dominan. Melalui sentuhan tangan dingin Jefri-Herman, wajah Kota Kupang berubah menjadi lebih cantik sehingga selalu menarik untuk dipandang. Warga memiliki tempat untuk berekreasi. Bersamaan dengan itu, ada ruang untuk aktivitas ekonomi.
Di sisi lain, kita juga perlu memberi catatan sebagai bahan masukan untuk Pemerintah Kota Kupang. Pertama, mengenai pengoperasian serta pemeliharaan taman beserta air mancur menari. Hal ini mesti diperhatikan betul demi keberlanjutannya. Jangan sampai dalam perjalanan taman dan air mancur menari semakin tidak terurus. Semangat panas-panas tahi ayam tidak terjadi.
Kedua, kita mendorong pemerintah membentuk badan atau lembaga khusus untuk menangani taman beserta air mancur menari. Dengan tupoksi yang jelas serta orang- orang yang berkompeten, wadah tersebut bisa melaksanakan tugas merawat dan memelihara, termasuk menjaga kebersihan taman dan air mancur menari dengan baik.
Warga yang tidak bertanggungjawab, seperti membuang sampah sembarangan serta merusak fasilitas yang tersedia, harus ditindak tegas. Cara mengontrolnya dengan menempatkan petugas di lokasi serta memperbanyak kamera CCTV agar apa yang terjadi dapat terpantau.
Berikutnya, Pemerintah Kota Kupang mesti segera mewujudkan penyediaan air bersih untuk masyarakat. Masalah ini terus terjadi dan terbawa dari tahun ke tahun, tanpa ada solusi. Pengadaan air mancur menari bisa menjadi blunder karena sangat kontras dengan kondisi rakyat saat ini yang terus menjerit air bersih. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perihal-status-honorer-lolos-pppk.jpg)