Breaking News:

6 Anak Muda Masuk Kabinet Jokowi

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap para pembantunya di kabinet

Editor: Kanis Jehola
Kompas.com
Presiden RI Joko Widodo 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap para pembantunya di kabinet. Istana tak membantah rencana perombakan sekaligus pengumuman nama-nama calon menteri, termasuk calon wakil menteri akan diumumkan, Rabu Pon (23/12/2020).

Politisi Partai Keadilan Bangsa (PKB) Ahmad Faisol mengungkap enam anak muda yang akan masuk kabinet. Selain di tingkat menteri, kata Faisol, Presiden Jokowi juga direncanakan akan menambah beberapa wakil menteri.

"Saya dengar ada enam posisi, akan masuk orang-orang muda yang menambah dinamisnya kabinet.Beberapa wamen juga akan ada tambahan," kata Faisol ketika dikonfirmasi, Senin (21/12).

Baca juga: Arsenal vs Manchester City: Pertaruhan Nasib Mikel Arteta

Saat ini, terdapat dua posisi menteri kosong di jajaran Kabinet Indonesia Maju. Kekosongan dua menteri tersebut, karena Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya Edhy Prabowo ditetapkan tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.

Kemudian, Menteri Sosial Juliari P Batubarata ditetapkan tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Praktisi Hukum Sebut Kemungkinan Tersangka Awololong Bertambah

Kemarin, dikabarkan Presiden menggelar rapat tertutup dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amien.Rapat digelar berdua tanpa melibatkan menteri. Kabar ini kemudian dibenarkan oleh jubir Wapres. "Iya kabarnya begitu," ujar Juru Bicara Wapres, Masduki Badlowi kepada wartawan.

Masduki mengaku tidak tahu apa yang dibahas dalam rapat tersebut.Hanya saja ia mengatakan bahwa rapat membahas isu terkini."Enggak dijelasin apa pembicaraanya," katanya.

Hanya saja, menurut Masduki, biasanya Presiden dan Wapres menggelar rapat intensif berdua apabila ada isu penting dan strategis.Bisa saja menurutnya, rapat membahas mengenai perombakan kabinet yang isunya menguat.

"Biasanya presiden begitu. Kalau ada hal -hal dianggap penting, Presiden mengajak bicara Wapres. Mungkin aja (Reshuffle), kan namanya isu strategis," kata Masduki.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menyebut, Jokowi sedang melihat waktu yang tepat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved