Raih Penghargaan SAKIP Terbaik,Kadis Kopnakertrans NTT: Saya Berusaha Menjalankan Tugas Dengan Baik
penghargaan-penghargaan seperti ini akan sangat memotivasi pimpinan perangkat daerah untuk lebih serius dan fokus menjabarkan setiap tugas
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Raih Penghargaan SAKIP Terbaik, Kadis Nakertrans Provinsi NTT: Saya Berusaha Menjalankan Tugas Dengan Baik
POS-KUPANG.COM | KUPANG--Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Silvy Pekudjawang mengaku, tidak pernah sedikit pun terbersit dalam pikirannya akan menerima penghargaan SAKIP terbaik. Perihal penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTT Silvy menerangkan bahwa dirinya hanya berusaha menjalankan semua tugas dan tanggung jawab dengan baik.
"Pada prinsipnya penghargaan-penghargaan seperti ini akan sangat memotivasi pimpinan perangkat daerah untuk lebih serius dan fokus menjabarkan setiap tugas, tanggungjawab dan tantangan pekerjaan di hadapan mata," ujarnya ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, Minggu, 20/12/2020.
Penghargaan SAKIP terbaik, tuturnya, merupakan integrasi antara perencanaan penganggaran, eksekusi kegiatan dan pelaporan yg baik serta pengelolaan yg akuntabel.
Menurut Silvy, banyak sekali mimpi bersama untuk mewujudkan NTT yang lebih baik di masa mendatang yang belum terwujud. Oleh karena itu, Dirinya akan selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan mengerjakan tugas semaksimal mungkin.
Ia menjelaskan bahwa, pada tahun 2020 banyak prioritas kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan karena adanya refokusing anggaran akibat Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pada tahun 2021 dirinya bertekad mengejar ketertinggalan dengan memasang target serta penjadwalan kerja yang lebih ketat.
Baca juga: Rektor Rektor UKAW Kupang : Menanam Pohon Kita Membangun Rumah Alami Lebah
Baca juga: Wagub NTT, Josef Nae Soi Meresmikan Pra Launcing Air Mancur Menari Bundaran Tirosa Kupang
Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-62 NTT
Selain itu, masih ada beberapa prioritas kegiatan yang tidak dikerjakan karena keterbatasan dana APBD Provinsi NTT. Tetapi hal ini bagi Silvy bukan sebuah halangan berarti. Ia akan berusaha mengupayakan sumber pendanaan lain melalui APBN, kolaborasi bersama CSR dan lain-lain sehingga hasil kerja tersebut bisa lebih cepat dimanfaatkan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon)