Breaking News:

Penumpang Keluhkan Badan Sakit Saat Lewati Ruas Jalan Provinsi di Halilulik-Welaus

Para penumpang angkutan umum yang melintas di jalan provinsi Halilulik-Welaus mengaku badan sakit akibat kondisi jalan rusak

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kondisi jalan provinsi Halilulik-Welaus, tepatnya di Teun, Kabupaten Belu rusak. Gambar diambil Sabtu (19/12/2020) 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Para penumpang angkutan umum yang melintas di jalan provinsi Halilulik-Welaus mengaku badan sakit akibat kondisi jalan rusak.

Ruas jalan Halilulik-Welaus merupakan salah satu jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Belu dan Malaka. Bagi para sopir, kondisi jalan rusak tersebut sudah biasa karena tiap hari mereka melintas jalan itu. Namun mereka sering mendengar keluhan dari penumpang. Apalagi penumpang yang baru pertama kali melintas.

Keluhan para penumpang ini disampaikan beberapa sopir angkutan pedesaan jurusan Atambua-Betun atau sebaliknya saat ditemui Pos Kupang.Com, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Bank NTT Permudah Pembayaran Uang Sekolah SMAN 2 Nubatukan

Ricki, sopir angkutan pedesaan Atambua-Betun mengatakan, ia sering mendengar keluhan dari penumpang ketika melintas jalan rusak.

"Mereka omong bilang badan sakit kalau lewat pas jalan rusak. Kami sopir sudah biasa tapi penumpang kan ada yang baru lewat jadi mereka omong begitu", kisah Ricki.

Baca juga: Resti Vilova Marumata : Kita Juga Bisa Berkarier di Daerah Sendiri

Menurut Ricki, jalan yang rusak berat berada di wilayah Teun, Buitae, Kusa, Seon dan Boas. Kerusakannya tidak semua tapi hanya di sejumlah titik saja.

Sebagai sopir, Ricki mengharapkan kepada pemerintah provinsi NTT agar segera memperbaiki jalan tersebut sehingga orang yang melintas di jalan itu merasa nyaman.

Sopir lainnya, Gusti Bere mengaku, sering mendengar keluhan dari penumpang tentang kondisi jalan Halilulik-Welaus. Sebagai sopir, Gusti tetap mengoperasikan kendaraannya setiap hari meski kondisi jalan rusak karena sopir merupakan profesi yang sudah ia geluti sejak lima tahun lalu.

Menurut Gusti, dari Atambua ke Betun memakan waktu dua jam perjalan. "Kalau dari Atambua ke Betun dua jam, yang bikin lama itu di jalan rusak dari Teun sampai Boas, itu yang rusak banyak", kata Gusti.

Senada dengan Ricki, Gusti juga mengharapkan kepada pemerintah provinsi NTT agar memperhatikan ruas jalan dari Halilulik ke Welaus. Pasalnya saat ini sudah semakin banyak rusak.

Pantaun Pos Kupang.Com, ruas jalan Halilulik-Welaus sudah banyak rusak. Kerusakan berat terlihat di wilayah Teun, Buitae sampai batas Kabupaten Belu dan Malaka. Untuk wilayah Malaka, mulai dari batas kabupaten menuju Kusa, Seon sampai Boas, Kecamatan Malaka Timur.

Ruas jalan yang panjang sekitar 30-an kilometer ini lebih banyak rusak dibandingkan kondisi baik. Kondisi baik mulai dari simpang Halilulik hingga gereja Teun. Dari situ sampai batas kabupaten Belu-Malaka kondisi rusak. Begitupun di wilayah Malaka mulai dari simpang Welaus hingga simpang Sanleo terlihat bagus meski ada sedikit kerusakan. Masih di wilayah Malaka, dari simpang Sanleo sampai batas kabupaten Malaka-Belu kondisi rusak. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved