Ustaz Yusuf Mansur Positif Corona

Positif Corona, Begini Kondisi Terkini Ustaz Yusuf Mansur, Lemas Hingga Kesulitan Bernapas

Positif Corona, begini kondisi terkini Ustaz Yusuf Mansur, lemas hingga kesulitan bernapas

Editor: Adiana Ahmad
Instagram yusufmansurnew
Alhamdulillah, Kondisi Terkini Ustadz Yusuf Mansur, Sembuh total, Negatif, dan Segera Pulang 

Positif Corona, Begini Kondisi Terkini Ustaz Yusuf Mansur, Lemas Hingga Kesulitan Bernapas

POS-KUPANG.COM- Begini kondisi terkini Ustaz Yusuf Mansur setelah dirawat karena positif corona. Lemas Hingga Kesulitan Bernapas itu yang dirasakan dai kondang tersebut.

Meski kondisi kesehatannya berangsur pulih namun Ustaz Yusuf Mansur masih merasakan lemas dan susah bernapas. 

Bahkan ayahanda Wirda Mansur itu mengungkapkan, sejak positif corona, mengaji seayat saja sudah capeknya minta ampun.

 Meski sudah lebih baik, tak dipungkiri rasa sakit dan sesak napas masih dirasakan Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur menceritakan bagaimana kondisinya saat ini yang mengalami kesulitan bernapas.

Ia membenarkan anggapan bahwa pasien Covid-19 akan terasa seperti baterai yang sisa 10 persen, saking lemasnya.

Baca juga: Alhamdulillah, Kondisi Terkini Ustadz Yusuf Mansur, Sembuh total, Negatif, dan Segera Pulang

Belum lagi batuk yang dialami Yusuf Mansur sejak awal dinyatakan positif Covid-19 sepekan lalu.

"Izin saya mah cerita, saya ngalamin di mana kata orang kalau kena Covid-19 baterai kayak tinggal 10 persen, apalagi bila disertai batuk meski sering-seringannya batuk," ucap Ustaz Yusuf Mansuf dalam unggahannya sosial media Instagram, dikutip Tribunnews.com, Kamis (17/12/2020).

"Sebab, paru-paru dan organ pendukung nggak normal, itu bisa terasa sangat sakit," tambahnya.

Meski mengaku kondisinya sudah mulai membaik, Yusuf Mansur masih merasakan sulit mengatur nafasnya.

"Saat ini pun nafas musti kayak diatur-atur, dilatih pernafasan, tetep bener-bener hanya exercise super ringan," terangnya.

Baca juga: Ustadz Yusuf Mansur Covid-19 Doa Mengalir dari Taqy Malik, Ridwan Kamil, Fahira Idris & Sandiaga Uno

Bahkan untuk mengaji saat ini Yusuf Mansur pun sudah mulai terbata-bata karena sulit mengatur pernafasan.

"Saya ngaji yang senengnya tilawah, murattal, ini harus terbata-bata, pelan-pelan, sekata-sekata disertai ambil nafas agak diatur," ungkap Yusuf Mansur.

"Baca seayat aja bisa capeknya minta ampun," terangnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ustaz Yusuf Mansur Saat Ini Masih Kesulitan untuk Bernafas, seperti Baterai Tinggal 10 Persen

Alhamdulillah, Kondisi Terkini Ustadz Yusuf Mansur, Sembuh total, Negatif, dan Segera Pulang

POS-KUPANG.COM - Alhamdulillah, Kondisi Terkini Ustadz Yusuf Mansur, Sembuh total, Negatif, dan Segera Pulang.

Kondisi terkini Ustadz Yusuf Mansur yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar virus Covid-19.

Bahkan, Ustadz Yusuf Mansur yang menjalani karantina mandiri itu terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit setelah kondisinya kian memburuk.

Namun kabar terbaru disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansur melalui akun sosial medianya Instagram.

Ustadz Yusuf Mansur mengabarkan, kondisi terkini dirinya sudah sembuh.

Hasil tes terakhir telah menunjukkan negatif. Karenanya, ia pun segera akan pulang ke rumah.

"Bbrp hr lagi dg izin Allah, dg doa2nya kwn2 sedunia serakyat.... Sembuh total, negatif, dan sgr pulang ke rumah dg selamat dan tidak bawa virus apapun lagi" tulis Ustadz Yusuf Mansur di akun Instagramnya @yusufmansurnew, Rabu (16/12/2020).

"Juga keluarga terhindar dari covid. Demikian pula seluruh keluarga Indonesia. Bismillaah walhamdulillaah. Mksh atas doa2nya semua," tambahnya.

Ustadz Yusuf Mansur juga menceritakan, kondisi terburuknya terjadi pada tanggal 9-12 Desember 2020 kemarin.

"Wkt msh di rumah, dipake berdiri, jalan, dan sikat gigi, rasanya kayak jalan naek gunung. Ga sepadan," ujarnya.

Ustadz Yusuf Mansur juga mencerikan bagaimana kondisi pernafasannya kala masih terpapar virus corona tersebut.

Menurutnya, nafasnya tersenggal dan belum bisa bernafas panjang. Karena itu, dia harus belajar dengan cara tengkurap selama kurang lebih 1 jam.

Dia juga menceritakan kondisi korban lain yang berada di depan kamarnya.

Menurutnya, saat ini orang tersebut sudah memakai ventilator.

"Padahal wkt baru masuk sini, saya liat beliau video call an dg keluarga, telponan, dan nampak ceria," tulisnya.

Dia pun mengingatkan agar semuanya senantiasa menjaga kesehatan agar tak tertular Covid-19.

"Jangan sampai kawan-kawan menganggap enteng. Jaga diri. Patuhi betul protokol kesehatan," ucapnya.

Dirujuk ke Rumah Sakit

Kabar Sedih disampaikan Gus Miftah pimpinan Ponpes Ora Aji, Dusun Tundan, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Sahabat Deddy Corbuzier ini mengabarkan kondisi terkini koleganya yakni Ustadz Yusuf Mansur.

Melalui unggahan akun instagramnya, Gus Miftah mengabarkan kondisi terkini dari Ustadz Yusuf Mansur yang dikabarkan terpapar Covid-19.

Setelah menjalani isolasi mandiri, ternyata Ustadz Yusuf Mansur harus dirujuk ke Rumah Sakit.

Ustadz Yusuf Mansur dirujuk ke RSPAD pada Sabtu (12/12/2020) sore.

Setelah sebelumnya Ustadz Yusuf Mansur mengeluhkan tidak bisa tidur.

Kemungkinan hal inilah yang menyebabkan kondisi Ustadz Yusuf Mansur yang sempat memburuk dan harus dirawat di Rumah Sakit.

Berikut isi unggahan Gus Miftah di akun instagramnya:

Mohon doa terbaik untuk Ustadz @yusufmansurnew hari ini beliau di rujuk Ke Rumah sakit

Segera sehat guru ku...... we love youuuu

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

"Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit." (HR. Bukhari)

Positif Corona, Netizen Ramai-ramai Mendoakan

Kabar buruk datang daridai kondang, Ustaz Yusuf Mansur.

Sang Ustaz dikabarkan positif terjangkit virus corona atau covid-19

Kabar tersebut diketahui Instagram milikya pada Kamis 10 Desember 2020.

Sang Ustadz juga memperlihatkan hasil laporan medis di postingannya.

Dia kemudian meminta doa kepada netizen agar bisa sehat seperti sedia kala.

"alhamdulillaah. segala puji bagi Allah. saya dan fadhil, sementara positif Covid. bismillaah. minta didoakan ya. juga buat yang lain. saya yg baris kedua bawah. mksh atas segala doanya. insyaaAllah nanti Allah kembalikan lagi immun dan kesehatannya, dan kemudian swab lagi, negatif. aaamiin," tulisnya

Postingan tersebut seketika banjir komentar dan like.

Mereka mendoakan kesembuhan sang ustadz.

derrysulaiman: Alfatihah... doakan kami tadz... doa org sakit makbul.

ipphoright: Sehat kembali, Ustadz. 100% sehatnya. Kita mah melihat Ustadz selalu ceria dan optimis. Insya Allah ini pertanda imun-nya kuat. Apalagi banyak yang mendoakan. Cepat sehatnya... Bismillah

indriastuti41: Safakallah pak ustadz

salamahmamaecha: Saat ini saya juga positif ustadz, mohon doanya juga

Sering Mengantuk, Bicara Kacau Kadang Tak Nyambung,Awas Delirium Gejala Baru Pasien Covid-19

Kamu sering mengantuk, bicara kacau kadang tak nyambung? Awas, bisa saja kamu terkena delirium, Gejaka Baru Pasien Covid-19

Delirium dilaporkan menjadi gejala baru covid-19 yang diamati dari pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona.

Apa itu delirum gejala baru yang dialami pasien covid-19? simak ulasannya.

Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dr Rubiana Nurhayati, Sp.S. mengatakan delirium adalah keadaan di mana kesadaran seseorang menjadi terganggu.

"Keadaan ini disebabkan karena hypoxia atau kekurangan oksigen di otak. Kondisi ini sering terjadi pada pasien covid-19, di mana saturasi oksigen menurun," kata dr Rubi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/12/2020).

Dr Rubi mengungkapkan bahwa delirium sering terjadi pada penyakit-penyakit yang menganggu fungsi otak.

Namun, bisa juga terjadi pada pasien dengan kelainan metabolik, seperti hipoglikemia, hiponatremia dan lain sebagainya.

"Biasanya, gejalanya mudah mengatuk, bicara kacau, kadang tidak nyambung, kesadaran terganggu," jelas dia.

Lantas, apa itu delirium dan bagaimana ini menjadi gejala baru covid-19?

Dilansir dari Stat News, dalam sebuah studi menemukan bahwa delirium mungkin menjadi gejala peringatan dini infeksi virus SARS-CoV-2 pada orang dewasa yang lebih tua.

Lebih dari seperempat pasien yang lebih tua dalam penelitian itu tiba di IGD rumah sakit dengan mengigau dan 37 persen dari pasien ini tidak memiliki tanda covid-19 yang khas, seperti demam atau sesak napas.

Delirium adalah tanda umum dari setiap infeksi pada orang tua yang sistem kekebalannya merespons penyakit yang diakibatkan oleh virus atau bakteri secara berbeda, dibandingkan pada orang dewasa yang lebih muda.

Gejala delirium yang umum yakni kebingungan, kurang fokus, disorientasi dan perubahan kognitif lainnya.

Pasien yang dirawat di rumah sakit karena covid-19, jika mereka membutuhkan ventilator, adalah yang rentan terhadap delirium.

Dengan mengidentifikasi delirium sebagai gejala covid-19 pada pasien sebelum dirawat, dinilai penting untuk melindungi orang lain dari infeksi.

Selain itu, penting juga untuk mengambil tindakan perawatan yang tepat, sebab secara umum, pasien dengan delirium cenderung lebih menunjukkan sakit yang parah dibandingkan pasien lainnya.

""Delirium adalah baromater yang bagus," kata Wes Ely, seorang ahli paru dan dokter perawatan kritis di Vanderbilt University, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Menurut Ely, informasi ini perlu disampaikan kepada masyarakat awam dan tenaga medis.

Dalam studi yang diterbitkan di JAMA Network Open, para peneliti menganalisis catatan medis dari 817 pasien di tujuh rumah sakit di lima negara bagian yang mengalami lonjakan pasien covid-19 pertama kali pada Maret 2020 lalu.

Rata-rata pasien berusia 77 tahun dan 65 tahun, kesemuanya dinyatakan positif terinfeksi virus SARS-CoV-2

Positif covid-19 tanpa demam hanya delirium

Dari analisis tersebut, lebih dari seperempat, 28 persen didiagnosis mengigau, gejala umum keenam setelah demam, sesak napas, oksigen rendah, batuk dan lesu.

Akan tetapi, sepertiga pasien dengan delirium tidak menunjukkan gejala covid-19 yang lebih khas, hanya delirium yang menjadi gejala covid-19 mereka.

"Salah satu pesan utama kami, terutama saat ini, adalah benar-benar mencoba menyaring semua orang, terutama orang dewasa yang lebih tua,” kata Benjamin Helfand, rekan penulis studi di University of Massachusetts Medical School."

Helfand mengatakan orang yang datang dengan gejala atipikal atau tidak biasa ini harus diskrining dan diuji atau dites covid-19.

Dalam studi tersebut, pasien dengan delirium cenderung berusia di atas 75 tahun, baik tinggal di panti jompo atau fasilitas tempat tinggal bantuan.

Atau di antara mereka pernah mengkonsumsi obat psikoaktif di masa lalu, memiliki penyakit parkinson dan memiliki masalah penglihatan atau pendengaran.

Seringkali, saat datang di IGD, kurang dari setengah pasien diskrining dan didiagnosis menggunakan Mteode Penilaian Kebingungan.

Alat ini dikembangkan oleh Vanderbilt's Ely dan Sharon Inouye dari Harvard Medical School, yang juga menjadi salah satu penulis studi ini.

Ely mengungkapkan apabila lebih banyak pasien yang didiagnosis dengan beberapa versi alat deteksi delirium, mungkin akan lebih banyak kasus covid-19 yang dapat terdeteksi.

"Jika Anda tidak menggunakan alat delirium, Anda kehilangan sekitar 75 persen dari (pasien covid-19 dengan gejala) delirium. Tidak diragukan lagi bahwa angka yang mereka berikan lebih rendah dari angka delirium yang sebenarnya. Ini akan lebih besar dari itu," kata Ely.

Kendati demikian, para peneliti mengakui keterbatasan tersebut, sebab sebagian besar IGD rumah sakit tidak secara rutin menyaring pasien dengan delirium sebagai gejala baru covid-19.

Penulis studi berharap studi delirium gejala covid-19 ini dapat membantu tanda mengigau yang ditemukan pada pasien covid-19 dapat diketahui dan diobati lebih awal.

"Menambahkan delirium sebagai gejala umum covid-19 akan mencegah kasus-kasus penting terlewatkan dan memungkinkan identifikasi dan manajemen lebih awal dari pasien yang rentan berisiko tinggi untuk hasil yang buruk," tulis peneliti.(*)

 
 

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved