Kompolnas Ungkap Fakta Terbaru: 37 Anggota FPI Masuk Daftar Jaringan Terorisme, Begini Respon FPI

Benny mengatakan data itu didapat sebab dirinya menjabat kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme di Universitas Indonesia.

Editor: Frans Krowin
TribunSumsel.com
Benny Mamoto, Ketua Harian Kompolnas, saat hadir di ILC, Selasa (17/11/2020). 

Kompolnas Ungkap Fakta Terbaru: 37 Anggota FPI Masuk Daftar Jaringan Terorisme, Begini Respon FPI

POS-KUPANG.COM - 37 anggota FPI disebut masuk dalam jaringan terorisme, FPI membantah dan menyebut itu hanya pengiringan opini.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)  mencatat ada sebanyak 37 anggota maupun mantan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang bergabung dalam jaringan terorisme.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara dengan Medcom.id beberapa waktu lalu.

Bahkan, Benny menyebut 37 orang itu juga disebutkan masih aktif sebagai anggota FPI ketika terlibat terorisme.

Disebutkan Benny, mereka melakukan aksinya di beberapa daerah seperti di Aceh, kemudian melakukan pengeboman  Polresta Cirebon, hingga menyembunyikan teroris Noordin M Top.

"Ada yang merakit bom juga, dan sebagainya," tambahnya

Benny mengatakan data itu didapat sebab dirinya menjabat kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme di Universitas Indonesia.

Dia menyebut bahwa data yang dipaparkannya tersebut jarang diketahui khalayak umum.

"Ini belum banyak diketahui media massa. Ini sudah melalui proses hukum, sudah divonis pengadilan, sehingga ini sahih sekali datanya," pungkasnya.

Terpisah dikutip dari CNN Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) FPI Aziz Yanuar menegaskan bahwa pernyataan Benny tersebut tidak benar dan hanya bagian dari penggiringan opini masyarakat.

Saat Tembak Laskar FPI, Warga Mengira Polisi Tangkap Teroris

Insiden penembakan pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab (MRS) oleh anggota kepolisian masih menjadi sorotan publik hingga saat ini.

Kasus tewasnya 6 laskar FPI hingga kini masih menyisakan banyak tanya.

Apalagi, CCTV yang biasanya merekam adegan demi adegan di lokasi penembakan tengah mati.

Lokasinya berada di sekitar Desa Peseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (7/12/2020).

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved