Breaking News:

KPU Kabupaten Mabar Akan Gelar Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu

saat ini KPU Mabar tengah menyelesaikan proses perbaikan data hasil suara tiap kecamatan kedalam sistem Sirekap.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Suasana pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara pada Pemilihan Bupati dan wakil bupati Manggarai Barat di tingkat Kecamatan Komodo, Minggu (13/12/2020). 

KPU Kabupaten Mabar Akan Gelar Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -- Pihak KPU Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), akan menggelar rekapitulasi hasil penghitungan suara pada pemilihan bupati dan wakil bupati tingkat kabupaten, Selasa (15/12/2020).

Rekapitulasi tersebut akan digelar pada Rabu (16/12/2020) pagi di Kantor KPU Mabar.

"Rekapitulasi akan dilakukan untuk 12 kecamatan di Kabupaten Mabar," kata Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Mabar, Krispianus Bheda Somerpes.

Dijelaskannya, meskipun rekapitulasi di 12 kecamatan telah selesai dilakukan, KPU Mabar belum bisa melangkah ke pleno tingkat kabupaten, karena saat ini KPU Mabar tengah menyelesaikan proses perbaikan data hasil suara tiap kecamatan kedalam sistem Sirekap.

"Jadi karena sirekap web kita anggap sudah selesai apalagi kemarin rekapitulasi tingkat Kecamatan Komodo lebih cepat dan sudah kami terima hasilnya, sehingga, kami memutuskan 16 Desember 2020, rapat Pleno terbuka rekapitulasi perolehan hasil pemilihan bupati dan wakil bupati," katanya.

Lebih lanjut, terdapat beberapa kecamatan yang tengah memperbaiki data hasil rekapan suara tingkat kecamatan ke dalam sistem Sirekap Web, dikarenakan sulitnya akses jaringan di daerah tersebut.

"Tinggal ada beberapa kecamatan yang sementara ini sedang mengkoreksi itu di sirekap web, yakni Lembor Selatan, Welak dan Ndoso, kecamatan-kecamatan di mana yang jaringan internetnya itu agak bermasalah," jelasnya.

Rapat Pleno nantinya, lanjut Krispianus, akan berfokus pada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan di tingkat kecamatan. Sistem Sirekap pun dinilai sangat mempermudah sistem perhitungan perolehan suara.

"Kita sudah mendapatkan hasil sementara dari rekapitulasi tingkat kecamatan yang kemudian apakah dalam rekapitulasi tingkat kabupaten itu ada atau tidaknya perubahan lebih kepada soal data pemilih, apakah data pemilih sesuai dengan surat suara yang diterima, apakah ada catatan-catatan yang selama ini berlangsung di rekapitulasi tingkat kecamatan. Nah yang tidak bisa diselesaikan di tingkat kecamatan, biasanya dibawa ke tingkat kabupaten. Tugas kabupaten menyelesaikan masalah itu, yang tidak bisa diselesaikan di tingkat Kabupaten itu maka satu-satunya solusi itu yakni melalui jalur hukum," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved