Minggu, 10 Mei 2026

Sejumlah Rumah Warga di TTU Diterjang Angin Kencang Disertai Hujan Deras

Sejumlah Rumah Warga di wilayah Kabupaten TTU rusak akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras sepekan terakhir

Tayang:
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Salah satu rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang dan hujan desas di TTU. Gambar diambil beberapa waktu lalu. 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sejumlah Rumah Warga di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara ( Kabupaten TTU) rusak akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras yang terjadi sepekan terakhir ini.

Sejumlah rumah tersebut tersebar beberapa desa diantaranya Desa Oeolo, Oetulu dan Batnes kecamatan Musi, Desa Nainaban Kecamatan Bikomi Nilulat, Desa Faenake Kecamatan Bikomi Utara, Desa T'Eba Kecamatan Biboki Tanpah, Desa Oepuah kecamatan Biboki Moenleu, Kecamatan Insana Fafinesu serta Desa Bakitolas dan Sunsea Kecamatan Naibenu.

Baca juga: Laskar Aquinas Kunjungi Panti Asuhan Generasi Pengubah Belo

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU, Yosefina Lake kepada Pos Kupang saat ditemui di Kantor DPRD TTU, Senin (14/12/2020).

Yosefina menjelaskan, sejumlah rumah tersebut rusak disebabkan karena bencana hujan deras yang dapat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sepekan terakhir.

"Jadi bencana angin kencang disertai hujan deras mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah warga dari kategori ringan hingga berat," ungkapnya.

Baca juga: Paket AP-RB Menang Telak di Aimere, Ini Jumlah Suaranya!

Diungkapkan Yosefina, bencana yang disebabkan hujan deras dan angin kencang yang terjadi sepekan terakhir ini sangat memprihatinkan sebab kondisinya tak dapat ditempati lagi.

Namun, pihaknya hanya baru menerima laporan kejadian dari beberapa desa saja, sementara untuk sejumlah desa lainnya belum dilaporkan ke BPBD TTU.

Untuk itu, ungkap Yosefina, penyaluran bantuan kepada para korban nantinya akan dilakukan dengan memprioritaskan desa yang sudah melaporkan kejadian bencana ke BPBD TTU.

"Untuk sementara bantuan yang akan kami berikan hanya pada desa yang sudah terekap. Karena dasar pemberian bantuan adalah adanya laporan," ungkapnya.

Yosefina menjelaskan, bantuan yang kami berikan kepada korban berupa seng dan sembako untuk beberapa keluarga yang sudah melaporkan ke BPBD TTU.

"Kalau untuk bantuan bagi korban yang terjadi awal bulan Desember ini, hanya sembako karena stok kita sudah habis. Untuk bantuan seng akan direalisasi tahun anggaran 2021," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved