Jihad Cinta: Undang-undang yang Mengancam Cinta Lintas Agama di India

Setiap tahun, sekitar seribu pasangan lintas agama berkontak dengan kelompok sipil penyokong keberagaman yang berbasis di Delhi untuk mencari bantuan.

Editor: Agustinus Sape
EPA
Orang-orang dari organisasi hak asasi manusia yang berbeda memegang slogain dalam unjuk rasa terhadap pemerintah yang dipimpin BJP dan Ketua Menteri Uttar Pradesh Yogi Adithyanath atas apa yang disebut undang-undang "Jihad Cinta", di Bangalore, India, 01 Desember 2020. 

Jihad Cinta: Undang-undang yang Mengancam Cinta Lintas Agama di India

POS-KUPANG.COM - Setiap tahun, sekitar seribu pasangan lintas agama berkontak dengan kelompok sipil penyokong keberagaman yang berbasis di Delhi untuk mencari bantuan.

Pasangan beragama Hindu dan Muslim biasanya mengadu ke kelompok bernama Dhanak itu ketika keluarga mereka tak mengizinkan mereka menikah.

Berusia antara 20-30 tahun, pasangan itu ingin kelompok tersebut berbicara dengan keluarga mereka atau membantu mereka mencari bantuan hukum.

Di antara pasangan yang datang ke Dhanak, 52% adalah perempuan Hindu yang berencana menikah dengan pria Muslim; dan 42% adalah perempuan Muslim yang berencana menikah dengan pria Hindu.

"Keluarga Hindu dan Muslim di India dengan keras menentang pernikahan beda agama," Asif Iqbal, pendiri Dhanak, mengatakan kepada saya.

"Mereka akan melakukan segala cara untuk menghentikan mereka. Orang tua bahkan mencoreng reputasi putri mereka untuk menghalangi keluarga kekasihnya. Yang disebut 'jihad cinta' adalah senjata lain untuk mematahkan hubungan semacam itu."

Momok "jihad cinta", istilah yang diciptakan kelompok Hindu radikal untuk menuduh pria Muslim hendak menjadikan perempuan Hindu seorang mualaf melalui pernikahan, telah kembali menghantui hubungan antaragama di India.

Pekan lalu, polisi di negara bagian Uttar Pradesh di India utara menahan seorang pria Muslim karena diduga ingin menjadikan seorang perempuan Hindu sebagai mualaf. Pria itu adalah orang pertama yang ditangkap berdasarkan undang-undang baru yang menentang perpindahan agama yang menargetkan jihad cinta.

Setidaknya, empat negara bagian lain yang dikuasai oleh partai nasionalis Hindu, Partai Bharatiya Janata, merencanakan undang-undang serupa.

Juru bicara partai mengatakan undang-undang semacam itu diperlukan untuk menghentikan "penipuan dan intepretasi yang keliru".

"Ketika seorang umat Hindu menikahi perempuan Muslim, itu selalu digambarkan sebagai romansa dan cinta oleh organisasi Hindu, sedangkan ketika yang terjadi sebaliknya digambarkan sebagai pemaksaan," kata Charu Gupta, seorang sejarawan di Universitas Delhi, yang meneliti "mitos jihad cinta".

Unjuk rasa melawan 'jihad cinta' di kota Ahmedabad barat pada tahun 2018.
Unjuk rasa melawan 'jihad cinta' di kota Ahmedabad barat pada tahun 2018. (GETTY IMAGES)

Cinta lintas agama sulit - dan berbahaya - di sebagian besar wilayah India di mana patriarki, kekerabatan, agama, kasta, dan kehormatan keluarga memegang kendali.

Namun pria dan perempuan muda di seluruh pelosok menantang perlawanan sosial selama berabad-abad di desa dan kota kecil.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved