Breaking News:

Berita Kota Kupang

FPRB Kota Kupang Gelar Rapat Koordinasi Rencana Kerja tahun 2021, Simak Kegiatannya INFO

forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Kupang menggelar training dan rapat koordinasi rencana kerja tahun 2021. Kegiat

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
pelaksanaan kegiatan FPRB Kota Kupang,      

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Kupang menggelar training dan rapat koordinasi rencana kerja tahun 2021. Kegiatan yang digelar di Balroom Lantai II Harian Pagi Pos Kupang, pada 10 Desember sampai 12 Desember 2020 ini, didukung oleh Uni europa, yang diimplementasikan oleh humanity and inclusion serta CIS Timor (Cicrle imagine Society).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya merespon penanggulangan pencegahan Covid-19 khususnya pada kelompok rentan.

Kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu, 12/12/2020, pasca penutupan sesi penutupan kegiatan tersebut Ketua FPRB Provinsi NTT, Buce E. Y. Gah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pertemuan perencanaan tahun 2021 yang digagas oleh Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Kupang.

"Forum PRB di daerah lain pun seharusnya bisa melakukan hal seperti ini. Sehingga, agendanya bisa jelas," ujarnya.

Merespon penanganan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Kupang, Buce mengatakan, seharusnya Kota Kupang menjadi tolok ukur penyebaran dan semestinya juga menjadi tolok ukur penanganan Covid-19 di NTT. Namun, hingga hari ini Kota Kupang masih mencatat rekor tertinggi penularan Covid-19.

Merujuk pada fakta bahwa, Kota Kupang masih mencatat rekor tertinggi pasien tertular Covid-19, Buce menegaskan, Pemkot seharusnya mengambil langkah-langkah yang lebih taktis, cepat dan tepat.

"Penegakan terhadap protokol kesehatan masih jauh dari kata baik, meskipun regulasi ada," bebernya.

Meneruskan pernyataan peserta dalam rapat koordinasi tersebut, ungkap Buce, upaya memonitoring dan memastikan warga Kota Kupang menerapkan protokol kesehatan belum terjadi.

Oleh karena itu, konsistensi memastikan sebuah regulasi itu berjalan, menjadi satu PR bagi Pemerintah Kota Kupang. 

Pelarangan terhadap pelaksanaan pesta di Kota Kupang terang Buce, belum berjalan. Pasalnya, meskipun telah dikeluarkan regulasi tentang hal ini. Namun pelaksanaan pesta tanpa menerapkan protokol kesehatan masih berjalan, karena tidak ada petugas yang memonitoring kegiatan tersebut.

Demi menuntaskan masalah penanganan penularan Covid-19, Ia menganjurkan mesti ada sinergisitas antara lembaga pemerintah maupun lembaga agama dan masyarakat.

Buce meminta agar upaya-upaya untuk memastikan penegakan protokol kesehatan itu adalah sesuatu yang sangat penting. (CR5)

 
 

pelaksanaan kegiatan FPRB Kota Kupang, 
 
 
pelaksanaan kegiatan FPRB Kota Kupang,      (POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon)

 

BalasTeruskan

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved