Berita TTS Terkini
Di TTS - NTT, Dalam Seminggu, Tupan Dilanda Dua Kali Banjir
dirinya menghimbau warga di empat kecamatan tersebut untuk waspada terhadap bencana banjir mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan.
Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota
POS-KUPANG. COM | SOE - Dalam seminggu Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih dilanda dua kali banjir. Banjir pertama terjadi pada 30 November 2020 dan banjir kedua terjadi pada Kamis (3/12/2020) sore. Banjir terjadi akibat luapan air dari kali Tupan.
Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTS, Jusuf Alle mengatakan, kali Tupan mengalami pendangkalan akibat adanya tumpukan sedimen lumpur. Permukaan kali yang dangkal menyebabkan daya tampung kali menjadi berkurang sehingga terjadi luapan air saat hujan turun.
" Banjir yang terjadi di Tupan akibat dari pendangkalan kali Tupan. Kali yang mengalami pendangkalan tak mampu menampung debit air yang yang mengalir dari bukit sehingga meluap ke rumah warga," ungkap Jusuf saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/12/2020).
Akibat banjir tersebut, sedikitnya empat rumah warga Tupan sempat tergenang air. Air yang surut menyisakan lumpur di rumah warga. Pasca air surut, warga dengan insiatif sendiri langsung membersihkan rumahnya dari endapan lumpur.
" Ada empat rumah yang terdampak banjir kemarin. Rumah-rumah tersebut sudah langsung dibersihkan pasca air surut," jelasnya.
Untuk mencegah agar tidak terjadi banjir lagi, BPBD langsung melakukan normalisasi kali tupan. Endapan lumpur di kali tupan dikeruk menggunakan alat berat.
" Hari ini kita lakukan normalisasi kali tupan guna mencegah terjadinya banjir ulangan," sebutnya.
Di Kabupaten TTS sendiri lanjut Jusuf, ada empat kecamatan yang masuk zona merah rawan banjir.
Keempat kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Boking ( Desa Boking, Meusin dan Fatumanufui), Toianas (Desa Skinu), Kecamatan Kualin (Desa Toeneka, Tuafanu dan Kiufatu) dan Kecamatan Batu Putih (Desa Oebobo dan Tupan). Untuk itu, dirinya menghimbau warga di empat kecamatan tersebut untuk waspada terhadap bencana banjir mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan.
" Kita himbau agar masyarakat waspada terhadap bencana banjir karena saat ini sudah masuk musim penghujan. Bagi pemerintah desa kita minta agar segera melapor ke BPBD Jika terjadi bencana," pungkasnya. (din)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/desa-tupan-air-menggenangi-halaman-salah-satu-ru.jpg)