Breaking News:

Abrasi di Pantai Nanganesa Ende Bangunan Firdaus Terancam Ambruk

Abrasi yang terjadi di Pantai Nanganesa, Kecamatan Ndona Kabupaten Ende mengakibatkan banyak pohon sekitar pantai tersebut tumbang

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Pepohonan di Pantai Nanganesa tumbang akibat abrasi, Jumat (4/12/2020). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Abrasi yang terjadi di Pantai Nanganesa, Kecamatan Ndona Kabupaten Ende mengakibatkan banyak pohon sekitar pantai tersebut tumbang, Jumat (4/12/2020).

Kondisi ini juga diperparah dengan banjir yang berasal dari kali Nanganesa Wolowona. Pantauan POS-KUPANG.COM, pohon-pohon tumbang dan hanyut ke laut.

Kejadian ini membuat pengelola bangunan Firdaus was-was. Pasalnya bangunan yang biasa digunakan sebagai tempat acara atau pertemuan baik oleh instansi pemerintah maupun swasta itu letaknya tidak jauh dari pantai.

Baca juga: Cegah DBD, Mahasiswa KKN Undana Bangun Tempat Sampah Bersama Warga

Jika tidak ada lagi pepohonan yang menahan arus ombak, maka ombak deras bisa mencapai bangunan tersebut dan berpotensi ambruk.

Rosalia De So, pengelola bangunan tersebut di Kantor Desa Nanganesa saat melaporkan peristiwa tersebut mengatakan, sudah sepekan ini pantai Nanganesa tergerus air laut.

Kondisi itu juga, kata dia, diperparah oleh banjir dari kali Nanganesa Wolowona akibat tambang liar, tambang rakyat.

Baca juga: Ini Pesan Kapolda NTT Bagi Jajaran Polres Sumba Timur

Dia menyebut warga sekitar kali menggali batu dan pasir sesuka hati di muara kali Nanganesa Wolowona.

"Setiap hari warga mengambil batu dan pasir untuk dijual ke proyek-proyek tanpa melihat dampak lingkungan. Kalau sudah begini siapa yang bertanggunng jawab," keluh Ros.

Ia berharap dan meminta Kepala Desa Nanganesa untuk membuatkan suatu Perdes ( Peraturan Desa) yang melarang warga untuk menggali batu dan pasir di areal muara Nanganesa tersebut.

"Kedatangan Kami ke sini untuk melaporkan hal ini agar Pemerintah Desa segera mengambil langkah tegas dengan melarang warga untuk tidak lagi menggali batu dan pasir di areal muara tersebut," tegasnya.

Ia juga berharap Pemerintah Desa dan Kabupaten untuk mengatasi abrasi tersebut, karena jarak bangunan Firdaus hanya sekitar 10 meter saja dari bibir pantai.

"Apabila tidak segera atasi dan ditanggulangi maka akan berahkibat fatal bagi Bangunan FIRD tersebut," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Nanganesa, Isakh Ismail, langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ende, Frans Lewang untuk meminta bantuan alat berat berupa Exavator untuk membuka jalur air di muara sehingga tidak mengalir ke bangunan Firdaus Nanganesa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved