Breaking News:

Peringati Hari AIDS Sedunia, Warga Peduli AIDS Sosialisasi ke Pasar, Ini Bentuk Kegiatannya

mereka juga membagikan leaflet sebagai media sosialisasi tentang HIV dan AIDS kepada masyarakat yang berada di pasar. 

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Warga Peduli AIDS di Kabupaten Belu bersama stakeholder melakukan sosialisasi sekaligus menyerukan tentang stop stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di Pasar Lakafehan, Kakuluk Mesak, Rabu (2/12/2020). 

Peringati Hari AIDS Sedunia, Warga Peduli AIDS Sosialisasi ke Pasar. Ini Bentuk Kegiatannya

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Dalam rangkan memperingati Hari AIDS Sedunia, Warga Peduli AIDS di Kabupaten Belu bersama stakeholder melakukan sosialisasi sekaligus menyerukan tentang stop stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). 

Kegiatan yang digagas WPA dan CD.Bethesda YAKKUM ini dilakukan beberap hari dan secara bergilir di sejumlah desa/kelurahan. Kemarin, Rabu (2/12/2020), WPA bersama stakehokder antara lain, pegawai Puskesmas Ainiba, Puskesmas Atapupu, Pemerintah Desa dan Kecamatan Kakuluk Mesak melakukan kegiatan pembagian pita dan bunga kepada pedagang dan pembeli di Pasar Lakafehan, Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Pita dan bungga dapat dimaknai sebagai simbol solidaritas terhadap sesama dalam hal ini ODHA

Selain itu, mereka juga membagikan leaflet sebagai media sosialisasi tentang HIV dan AIDS kepada masyarakat yang berada di pasar. 

Koordinator CD Bethesda Yakkum wilayah Belu, Yosefat Ician kepada Pos Kupang.Com mengatakan, Bethesda Yakkum bersama WPA dan stakeholder memperingati hari AIDS Sedunia dengan berbagai kegiatan. 

"Di puncak peringatan Hari AIDS Sedunia tanggal 1 Desember kemarin, CD Bethesda Yakkum bersama Warga Peduli AIDS (WPA), KDS, Puskesmas, Pemerintah Desa memperingati secara sederhana di PLBN Mota'ain. Hari ini kita lakukan kegiatan lanjutan", kata Yosafat.

Kegiatan yang dilakukan lebih fokus pada sosialisasi atau memberikan informasi tentang  HIV dan AIDS bagi komunitas ojek, security, cleaning service serta aparat TNI yang berada di Desa Silawan perbatasan Belu dengan Negara Timor Leste.

Sosialisasi terkait HIV dan AIDS disampaikan oleh Maria Seuk selaku Pengelola Program HIV Puskesmas Silawan. Informasi yang disampaikan seputar sumber HIV dan AIDS, cara penularan, pengobatan, pencegahan dan sebagainya.

Tidak saja itu, setelah penyampaian informasi dilanjutkan dengan tes HIV secara sukarela oleh tim VCT Puskesmas Silawan. Dalam tes tersebut ada sekitar 30-an peserta bersedia melakukan tes HIV secara sukarela dan hasilnya negatif semua. 

Kegiatan ini selain didukung CD Bethesda Yakkum juga didukung oleh  Pemkab Belu serta pihak PLBN Mota'ain. Sama halnya di beberapa tempat selalu mendapat supor dari pemerintah kecamatan, desa dan puskesmas.

Yosefat menyampaikan terimakasih atas partisipasi serta dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak sehingga kegiatan peringatan hari AIDS Sedunia hari ini berjalan aman dan lancar.

Menurut Yosafat, kasus HIV dan AIDS secara kumulatif sampai April 2020 di Kabupaten Belu masih menempati nomor dua di NTT setelah Kota Kupang. Untuk kasus kematian akibat HIV dan AIDS, Belu nomor satu di NTT. 

Baca juga: Pelaku Pencurian Ternak di Lewa, Sumba Timur Diancam Tujuh Tahun Penjara 

Baca juga: Kunci Jawaban Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP Semester Ganjil, Ulangan Pilihan Ganda Semester Ganjil

Baca juga: Jangan Menahan Rasa Kentut, Berikut 5 Bahayanya yang Wajib Anda Ketahui !

Keadaan ini butuh keterlibatan semua pihak. Tidak boleh dibebankan semata ke pemerintah Kabupaten. Pemerintah Kabupaten sudah melakukan banyak hal, hanya saja sumber-sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu dibutuhkan peran aktif semua stakeholder. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved