Breaking News:

Frans Lebu Raya Tersinggung Saat Sepakbola Dinilai Membebani APBD Ikut ke PON Papua 2020

Sepakbola bukan sekadar medali, tapi sudah menyangkut harga diri masyarakat,"

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
pos kupang/sipri seko
PSSI NTT gelar Kongres Biasa di Hotel Pelangi Kupang, Sabtu (28/11). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Asprov PSSI NTT, Drs. Frans Lebu Raya 'merasa tersinggung' saat ada yang mengatakan cabang sepakbola menjadi beban anggaran bagi kontingen NTT. Membawa jumlah kontingen yang banyak, hanya bisa membawa pulang satu medali.

"Saya pikir pernyataan ini melecehkan harga diri sepakbola. Kita berjuang selama 30 tahun baru bisa meloloskan lagi NTT ke PON. Kalau ada yang bilang hanya bisa bawa satu medali tapi bawa banyak orang, saya pikir itu keliru. Sepakbola bukan sekadar medali, tapi sudah menyangkut harga diri masyarakat," tegas Lebu Raya saat memimpin Kongres Biasa Asprov PSSI NTT di Hotel Pelangi, Kupang, Sabtu (28/11).

Lolos ke PON Papua, Frans mengatakan, tim sepakbola NTT tak akan hanya sekadar numpang lewat. "Kita bangga karena setelah 30 tahun sepakbola NTT akhirnya bisa lolos ke PON Papua," tegasnya.

Mantan gubernur NTT dua periode itu mengaku secara umum PSSI NTT tidak membebani target yang tinggi pada tim sepakbola. Namun, pihaknya berharap timnya tidak langsung menyerah karena peluang meraih hasil terbaik tetap terbuka.

Meski tidak membebani target, dia mengatakan jika sepakbola NTT bisa meraih medali pada kejuaraan yang seharusnya digelar tahun ini merupakan kejutan tambahan dan diharapkan mampu mendukung perkembangan sepakbola di NTT. "Jika pemain kita di PON bermain bagus, tentu akan banyak yang dilirik oleh klub-klub sepakbola di Indonesia. Dan ini akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kita NTT," tambah dia.

Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh saat membuka kongres berharap banyak sepakbola nanti bisa membanggakan NTT di PON Papua. Andre juga mengaku mendengarkan selentingan yang mengatakan sepakbola akan membebani anggaran daerah untuk pengiriman tim ke PON.

"Sepakbola adalah kebanggaan masyarakat. Saya memberikan proficiat kepada PSSI NTT yang berhasil meloloskan sepakbola ke PON. Ini sesuatu kebanggaan yang luar bisa dari masyarakat," kata Andre Koreh.

Manajer Tim NTT, Jimmi Sianto berharap semua pegiat sepakbola di NTT mendukung tim NTT yang akan berlaga di PON. Jimmi mengatakan, dalam waktu dekat, tim pelatih akan segera melakukan seleksi ulang pemain yang akan dibagi di tiga wilayah, yakni Sumba Barat, Ende dan SoE.

"Tim sepakbola kita dari hampir semua kabupaten di NTT. Ini bukan demi pemerataan, tapi memang hasil seleksi demikian. Saya harap askab dan askot terus memantau para pemainnya sehingga nanti saat seleksi mereka tetap siap untuk bersaing," kata Jimmi.

Jimmi juga mengatakan setelah seleksi para pemain akan segera masuk dalam pemusatan latihan. "Kita harus segera TC. Provinsi lain malah sudah dalam tahap uji coba. Karena kita tidak sekadar numpang lewat, TC harus segera dilakukan," tegasnya. **

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved