Breaking News:

Berita Manggarai

DWP Manggarai Gelar Penyuluhan dan Pencegahan Stunting, Peduli Kesehatan Masyarakat, INFO

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Manggarai menggelar Penyuluhan dan Pencegahan Stunting Dalam Keluarga dan Masyarakat

POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Kegiatan senam sehat oleh DWP Kabupaten Manggarai dan masyarakat.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | RUTENG---Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Manggarai menggelar Penyuluhan dan Pencegahan Stunting Dalam Keluarga dan Masyarakat Bagi Peserta Posyandu dan Tokoh Masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu La'o, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Jumat (27/11/2020) pagi.

Kegiatan Penyuluhan itu dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) DWP ke-21 tingkat Kabupaten Manggarai yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2020 mendatang. Kegiatan itu dibuka oleh Sekertaris DWP Kabupaten Manggarai Ny Etik Empang mewakili  Ketua DWP Kabupaten Manggarai, Ny, Yustina Surya Jahang. Dan yang menjadi narasumber tentang Stunting adalah dr Maria dari Puskesmas La'o.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Pemerintah Kelurahan Wali, warga masyarakat lanjut usia (Lansia), Ibu-Ibu Hamil dan Balita, Sekertaris 1 DWP Manggarai, Marghareta Jelamat, Sekertaris 2 DWP Manggarai, Imel Hadiman, Ketua Panitia Kegiatan yang juga sebagai ketua Bidang Sosial Budaya DWP Manggarai, Fransiska Kakang beserta pengurus dan anggota DWP Manggarai.

Ny Etik Empang kepada POS-KUPANG.COM di sela kegiatan itu mengatakan, kegiatan itu selain sebagai rangkaian kegiatan untuk menyambut HUT DWP ke-21 tingkat Kabupaten Manggarai, juga sebagai bentuk kepedulian dari DWP Kabupaten Manggarai terhadap kesehatan masyarakat terutama masalah stunting yang mana stunting ini bukan hanya menjadi permasalahan yang ada di Kabupaten Manggarai, namun menjadi permasalahan tingkat nasional.

Ny Etik juga menjelaskan stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi di awal kehidupan seorang anak. Selain faktor lingkungan, juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal, akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

Karena itu, kata Ny Etik, perlu diperhatikan kesehatan dan asupan gizi bagi ibu hamil, sehingga saat melahirkan nanti anak dalam kondisi sehat dan bertumbuh dengan baik.

Selain itu, kata Ny Etik, dalam kegiatan itu juga hadir juga dari penyuluh KB dan dinas Kesehatan untuk bagaimana merencanakan anak, kondisi kesehatan dan pendidikan anak. 

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved