Breaking News:

Desa Silawan-Belu Buat Rencana Aksi Penanggulangan HIV dan AIDS

Pemerintah Desa Silawan, Tasifeto Timur, Kabupaten Belu terus menunjukkan keseriusannya dalam hal penanggulangan masalah HIV dan AIDS

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Workshop Penyusunan Rencana Aksi Desa tentang Penanggulanan HIV da AIDS Berbasis Hasil Kunjungan Tim SALT, bertempat di Kantor Desa Silawan, Senin (23/11/2020). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Pemerintah Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu terus menunjukkan keseriusannya dalam hal penanggulangan masalah HIV dan AIDS.

Tekad itu terlihat dari kebijakan anggaran Pemerintah Desa Silawan dan rencana aksi yang akan dilakukan tahun 2020-2025.

Rencana aksi penanggulangan HIV dan AIDS ini dibahas dalam Workshop Penyusunan Rencana Aksi Desa bertempat di Kantor Desa Silawan, Senin (23/11/2020). Hadir saat itu, Kepala Desa, Sekretaris Desa, staf desa, perwakilan puskesmas, BPD, Kepala Dusun, kader kesehatan, RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, WPA, Tim SALT. Kegiatan ini juga dihadiri staf CD Bethesda Yakkum Yogyakarta dan Belu.

Baca juga: Puskesmas Oebobo Tutup untuk Sementara Waktu

Kegiatan ini diselenggarakan CD Bethesda Yakkum bekerjasama dengan Pemerintah Desa Silawan dan Warga Peduli AIDS (WPA) yang telah mendapat pelatihan tahun 2019 lalu.

Coordinator Wilayah CD Bethesda Yakkum Kabupaten Belu, Yosafat Acian kepada Pos Kupang.Com mengatakan, workshop tersebut merupakan tindaklanjut dari hasil kunjungan tim SALT.

Baca juga: Diklat Sistem Sertifikasi dan Standarisasi Tenaga Keolahragaan Ende

Dalam workshop ini dibahas hasil kunjungan Tim SALT ke rumah ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) dan OHIDHA (Orang yang Hidup dengan ODHA) pada September 2020 lalu. Kunjungan tim SALT ini untuk menggali informasi tentang potensi, kekuatan, aset yang dimiliki ODHA dan OHIDHA dan harapan kedepan serta upaya yang dilakukan untuk untuk mencapai harapan tersebut.

Selain itu, dalam workshop ini juga pemerintah dan stakeholder menyusun rencana aksi desa untuk penanggulangan HIV dan AIDS 2020-2025.

Menurut Yosafat, melalui workshop ini telah disusun rancangan anggaran desa (RAD) Desa Silawan tahun 2020-2025 dengan aktivitas antara lain pengurangan stigma dan diskriminasi melalui sosialisasi rutin HIV dan AIDS di masyarakat, tes HIV, pemberian modal usaha tapi tidak dalam bentuk uang tunai.

Kemudian, mefasilitasi kegiatan-kegiatan WPA, pelatihan gizi dari pangan lokal dan beberapa kegiatan lainnya. Semua anggaran kegiatan tersebut bersumber dari APBDes Silawan.

Yosafat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Silawan yang sungguh peduli dengan masalah HIV dan AIDS. Hal itu tergambar dalam kebijakan anggaran dan rencana aksi desa yang akan dilakukan tahun 2020-2025. Melalui kerja sama ini diharapkan penanggulangan HIV dan AIDS di Desa Silawan dan Kabupaten Belu sesuai dengan harapan bersama. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved