Terjebak Corona dan Berhasil Buka Warung Lele Pertama di Lembata
Terjebak Corona Fransiskus Siliwangi Sakti berhasil buka warung lele pertama di Lembata
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Terjebak Corona Fransiskus Siliwangi Sakti berhasil buka warung lele pertama di Lembata
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Fransiskus Siliwangi Sakti atau akrab disapa Frans Uak (29) sejak Maret 2020 kemarin tak bisa pulang kembali ke Batam, tempat dia bekerja di sebuah galangan kapal.
Frans awalnya hanya sekadar berlibur di kampung halamannya Lewoleba, Kabupaten Lembata. Namun, belum sempat kembali ke Batam, pandemi Covid-19 menerjang Indonesia sejak awal Maret silam.
Di tengah karantina wilayah, Frans Uak tak kehabisan ide berwirausaha. Dia mulai membuat bedeng-bedeng ikan lele di petak tanah miliknya di Kelurahan Lewoleba Utara, Kecamatan Nubatukan.
Baca juga: AHP Apresiasi Pemerintah Berikan Tunjangan Buat Guru Honor
Hasilnya, kini dia sudah memiliki ribuan ikan lele yang ada di puluhan bedeng ikan lele. Berkat ketekunan dan tekad yang luar biasa, Frans pun sudah membuka Rumah Makan Pondok Pecel Lele bernama 'Balik Gelekat' yang sudah dilaunching sejak Jumat (20/11/2020).
Bapak tiga orang anak ini menghadirkan warung dengan menu utama ikan lele pertama di Lembata dengan konsep yang berbeda. Selain pengunjung bisa melihat langsung peternakan ikan lele dan memilih jenis ikan lele mana yang ingin disantap, lokasi 'Balik Gelekat' yang berada di tengah-tengah kebun juga akan membawa sensasi tersendiri.
Baca juga: Kebakaran di Kupang, Endi Suriyadi: Api Bersumber dari Bagian Belakang Gudang
"Saya merasa terharu dan bangga. Saya bersyukur kepada semua yang mendukung. Saya terharu buka usaha ini banyak tantangan, apalagi tantangan dari keluarga sendiri juga," ungkap Frans saat acara Launching Rumah Makan Lele 'Balik Gelekat' di Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan, Jumat (20/11/2020).
"Saya mau buktikan bahwa saya bisa. Lewotana dan Tuhan bisa bantu saya. Balik gelekat itu artinya saya datang untuk bantu bangun kampung," tambahnya.
Pada acara launching tersebut, sekitar 100 orang pengunjung sudah datang mulai dari pagi hingga malam hari.
Dia juga sudah membuat konsep peternakan dan budidaya ikan lele yang berkelanjutan sehingga akan ada tenaga kerja Lembata yang diserap.
"Jadi kami tawarkan suasana alami, suasana ala kebun, sekaligus mengedukasi orang soal cara piara Lele," ujar pria yang pernah bekerja di galangan kapal selama 30 tahun saat merantau ke Batam.
Menurut Frans, terhitung mulai Sabtu (21/11) besok, lalapan lele mulai disediakan satu paket dengan minuman yang dibanderol dengan harga 30 ribu rupiah per paket dan disediakan mulai dari jam makan siang hingga pukul 22.00 Wita.
"Jadi tamu datang lalu pilih sendiri Lele dalam kolam baru dicedok, dibersikan lalu digoreng," ungkap putra Baolangu itu.
Sementara itu, salah satu pengunjung bernama Dominikus Karangora mengatakan, dengan hadirnya pondok Lele Balik Gelekat, akhirnya mengembalikan image khalayak yang menganggap Lele hanya hidup di kolam yang kotor.
"Padahal budidaya Lele itu seperti ini. Selama ini kita hanya dengar kata orang bahwa Lele itu hidup di kolam yang kotor dan imagenya tidak menarik begitu. Padahal tidak seperti itu dan ternhata Lele itu enak begini," ujar Dominikus yang mengaku baru pertama kali makan ikan Lele.
Diketahui, dengan dibukanya pondok Balik Gelekat yang menyediakan menu lalapan Lele ini, 5 orang pekerja telah direkrut dan mulai bekerja sejak launching digelar.
Selain menu lalapan Lele, pondok Balik Gelekat juga menyediakan ayam lalapan yang hanya bisa dipesan di atas pukul 22.00 Wita, atau setelah batas waktu menu Lele disediakan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)