Breaking News:

Berita Flores Timur Terkini

Wabup Agus Boli Buka Diskusi Lembaga Adat Desa di Flores Timur

Diskusi bersama ini di ikuti tokoh adat,tokoh muda,tokoh perempuan,kepala desa dan para camat di 19 kecamatan.Nara Sumber ahli yan

Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
pati Flores Timur,  Agustinus Payong Boli, S.H m
DISKUSI-Wakil Bupati Flores Timur,  Agustinus Payong Boli, S.H membuka dengan resmi diskusi bersama Rancangan Peraturan Bupati Flores Timur tentang Pedomaan Pembentukan Lembaga Adat Desa(LAD) di kabupaten Flores Timur di Aula Gelekat Nara Larantuka, Sabtu (14/11/2020) pagi.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Wakil Bupati Flores Timur,  Agustinus Payong Boli, S.H membuka dengan resmi diskusi bersama Rancangan Peraturan Bupati Flores Timur tentang Pedomaan Pembentukan Lembaga Adat Desa(LAD) di kabupaten Flores Timur di Aula Gelekat Nara Larantuka, Sabtu (14/11/2020) pagi.

Diskusi bersama ini di ikuti tokoh adat,tokoh muda,tokoh perempuan,kepala desa dan para camat di 19 kecamatan.Nara Sumber ahli yang hadir dari Yayasan Epu Orin Kupang yang juga adalah pakar Hukum di Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr.John Tuba Helan, S.H, M.Hum, Dr.Karolus Kopong Medan S.H,M.Hum dan Willem Wetan Songa, S

H.M.Hum.

Wabup Agus Boli mengataka, Lasimnya peraturan bupati tidak perlu ada diskusi bersama tetapi pemerintah memandang perlu gelar diskusi terkait Materi Lembaga Adat Desa mengingat Peraturan Bupati ini sangat penting karena bersentuhan langsung kehidupan Adat di desa-desa di Flores Timur.

Ada desa yang mudah dalam pembentukan LADnya,tetapi ada juga desa yang sulit pembentukan LAD berhubung masih terjadi konflik internal soal strutktur adat karena itu diskusi ini menjadi sangat penting.

LAD ini nanti pembentukannya dengan Peraturan Kepala Desa dan menjadi Lembaga penting sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan terkait perlindungan hak-hak ulayat masyarakat,tanah ulayat, benda-benda ulayat sebagai kekayaan,penyelesai konflik horisontal dan berantas kemiskinan.

Kita di Flores Timur sangat butuh Lembaga Adat sebagai "pengadilan" untuk menyelesaikan konflik-konflik ulayat untuk di selesaikan secara budaya Lamaholot tanpa harus berpekara di pengadilan supaya tidak terjadi konflik turunan.

Di sisi lain Lembaga Adat menjadi terhormat dan bagian penting dalam upaya pembangunan dan kemajuan Lewotana Flores Timur.

Di akhir sambutan Wabup Agus Boli mengucapkan Lembaga Adat Desa dalam narasi Lamaholot " LAD ini adalah Ike kwaat Lewotana,Naan geleten pelumut gluor Lewotana,naan mela sare sama keru baki,puken tite kaka papa arin lola,kaka pati arin beda,kaka keru arin baki.Ake puken genin".(ris)

Area lampiran

 

BalasBalas ke semuaTeruskan

 
 

Baca juga: Konsolidasi Organisasi, KNPI Flotim Audiens dengan Bupati

 
 

DISKUSI-Wakil Bupati Flores Timur,  Agustinus Payong Boli, S.H membuka dengan resmi diskusi bersama Rancangan Peraturan Bupati Flores Timur tentang Pedomaan Pembentukan Lembaga Adat Desa(LAD) di kabupaten Flores Timur di Aula Gelekat Nara Larantuka, Sabtu (14/11/2020) pagi. 
DISKUSI-Wakil Bupati Flores Timur,  Agustinus Payong Boli, S.H membuka dengan resmi diskusi bersama Rancangan Peraturan Bupati Flores Timur tentang Pedomaan Pembentukan Lembaga Adat Desa(LAD) di kabupaten Flores Timur di Aula Gelekat Nara Larantuka, Sabtu (14/11/2020) pagi.  (pati Flores Timur,  Agustinus Payong Boli, S.H m)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved