Hati-Hati, Meski Pakai Pengaman Masih Bisa Hamil Loh! Ini Cara Pakai yang Benar
Meski Pakai pengaman Masih Bisa Hamil Loh! Pasangan yang ingin menggunakan perlu tahu cara yang tepat
POS-KUPANG.COM – Alat kontrasepsi (pengaman) selama ini dinilai sebagai salah satu alat yang efektif untuk mencegah kehamilan.
Karena itu, sejumlah pasangan yang hendak menunda kehamilan memilih menggunakan pengaman ketika bercinta.
Tapi sebenarnya, tetap ada risiko kehamilan meskipun sudah memakai pengaman ketika bercinta.
Sebagian besar penyebabnya karena cara pemakaian yang salah dan adanya kerusakan pada pengaman.
Menurut Planned Parenthood, pengaman eksternal yang biasa dipakai oleh laki-laki efektif mencegah kehamilan hingga 98 persen.
Tapi peluang terjadinya kehamilan masih ada karena sejumlah laki-laki tidak memakai pengaman dengan cara yang benar.
Berikut 7 hal yang harus diperhatikan agar pemakaian pengaman efektif mencegah kehamilan:
1. Ukuran
Penting untuk memakai pengaman dengan ukuran tepat.
Produsen pengaman biasanya menyediakan dua ukuran yang dikenal dengan istilah ‘pas’ dan ‘XXL’.
Memang tidak dijelaskan secara detail ukuran pengaman.
Tapi kebanyakan pengaman ukuran standar cocok untuk sebagian besar Mr P. Ketika dipakai, pengaman seharusnya meregang dan panjangnya pas dengan Mr P.
Apabila ternyata ukuran Mr P lebih panjang dari pengaman, maka seharusnya memilih pengaman XXL.
Tapi beberapa laki-laki dengan Mr P lebih besar ada yang memilih memakai pengaman ukuran standar agar lebih ketat.
Sebaliknya, ada laki-laki yang tidak nyaman memakai pengaman ukuran pas.
Mereka memilih memakai pengaman yang berukuran lebih besar.
Hal inilah yang kemudian bisa meningkatkan risiko kehamilan walau sudah memakai pengaman.
Oleh karenanya, penting untuk menyesuaikan ukuran pengaman dengan ukuran Mr P.
2. Penyimpanan
Beberapa laki-laki menyimpan pengaman di dompet untuk keadaan "darurat".
Tapi ternyata itu bukan cara yang baik untuk menyimpan pengaman.
Panas tubuh dan gesekan dapat merusak pengaman karena dompet cenderung diletakkan di kantung celana.
Dengan begitu dapat menurunkan kualitas pengaman.
Tidak disarankan pula untuk menyimpan kondom di dalam mobil, kamar mandi, atau saku dalam waktu yang lama.
Sebaiknya, simpan pengaman di tempat yang sejuk seperti laci atau lemari.
Lalu apabila berencana bepergian dan bercinta di tempat lain, masukkan pengaman ke tempat perlengkapan mandi, dompet koin, atau kantung di samping tas beberapa jam sebelum digunakan.
3. Tanggal kedaluwarsa
Pengaman memiliki tanggal kedaluwarsa.
Jangan sampai menggunakan pengaman yang sudah kedaluwarsa karena pengaman lebih mudah rusak.
Telitilah sebelum membeli dan menggunakan pengaman.
Periksa tanggal kedaluwarsanya lebih dulu.
Apabila ternyata masih bisa digunakan, langkah selanjutnya yang harus digunakan adalah memeriksa kondisi fisik pengaman.
Periksa dengan cermat dan pastikan tidak ada kerusakan atau lubang sekecil apapun. Jika semua aman, pengaman dapat digunakan saat bercinta.
4. Penggunaan
Pengaman eksternal yang bisa digunakan laki-laki dapat dipasang setelah Mr P ereksi, tepat sebelum penetrasi dilakukan.
Pastikan pengaman menutupi seluruh Mr P, dari kepala hingga pangkal. Jangan sampai ada gelembung udara.
Dot di ujungpengaman juga tidak boleh mengandung udara karena dibutuhkan untuk menyimpan air mani saat ejakulasi.
5. Pemakaian
Seperti yang dikatakan sebelumnya, pakailah pengaman setelah Mr P benar-benar ereksi.
Pakailah dengan cara yang tepat. pengaman harus pas seperti beanie, bukan topi mandi.
Buka gulungan pengaman secara perlahan dan mulai diletakkan di kepala Mr P.
Setelah itu pegang bagian ujung kondom yang berbentuk seperti dot, lalu gunakan tangan lain untuk memakaikan pengaman ke Mr P.
Pastikan tidak ada gelembung udara.
Apabila ingin menggunakan pelumas, bisa dipakai di dalam atau di luar kondom.
Lalu jika sisi pengaman yang dipakaikan ke Mr P ternyata salah, maka sebaiknya buang pengaman dan gunakan yang baru.
6. Melepasnya
Setelah ejakulasi, Mr P harus langsung ditarik keluar dari Miss V.
Sambil mengeluarkan, laki-laki harus memegang pengaman di bagian ujung dan pangkal Mr P.
Ini mencegah pengaman terlepas dari Mr P atau tersangkut di Miss V.
Jika Mr P sudah keluar sepenuhnya dari Miss V, tarik pengaman secara perlahan.
Berhati-hatilah agar air mani tidak tumpah.
Setelah lepas, ikat ujung kondom agar air mani tidak keluar.
Kemudian langsung buang, jangan malah menyiramkan air mani.
7. Pakai yang baru
Seperti yang dikatakan sebelumnya, setelah ejakulasi pengaman harus dilepas.
Apabila masih ingin terus melanjutkan sesi bercinta, gunakan pengaman yang benar-benar baru.
Cara pemakaiannya disesuaikan dengan yang telah diungkap sebelumnya.
8. Rencana lain
Meskipun sudah berhati-hati memakai kondom, apapun bisa terjadi.
Misalnya pengaman tiba-tiba robek.
Jika hal ini terjadi, segera hentikan dan keluarkan Mr P dari Miss V lalu lepaskan pengaman.
Jika ada alat kontrasepsi lain yang sedang digunakan seperti IUD atau pil, kemungkinan kehamilan tidak akan terjadi.
Namun apabila tidak yakin, bisa juga minum pil kontrasepsi darurat yang bisa didapatkan di apotek.
Pil EC harus segera diminum dalam jangka 3-5 hari setelah bercinta dilakukan.
Makin cepat makin baik.
Penting untuk digarisbawahi walau kondom efektif mencegah kehamilan saat digunakan dengan benar, tetap ada kemungkinan kehamilan terjadi.
Untuk lebih aman, tidak ada salahnya menggunakan jenis kontrasepsi lain bersama dengan kondom.
Pengaman Perempuan
Beberapa orang mungkin berpikiran pengaman hanya dipakai oleh laki-laki.
Tapi ada pula jenis pengaman yang bisa dipakai oleh perempuan.
Biasanya pengaman ini dipasang di saluran Miss V.
Berbeda dengan pengaman laki-laki yang dipakai saat ereksi terjadi, pengaman perempuan bisa dimasukkan ke saluran Miss V hingga 8 jam sebelum aktivitas seksual dilakukan.
Cara pemakaiannya bagian yang berbentuk seperti cincin di sisi luar harus menggantung sekitar satu inci di luar lubang Miss V.
Sedangkan bagian dalam harus melingkari leher rahim.
Saat penetrasi, pengaman perempuan mencegah Mr P mengenai bagian dalam Miss V.
Selain itu, sama seperti pengaman laki-laki, kondom perempuan harus dibuang jika sudah dipakai sekali.
Untuk mengeluarkannya, putar bagian luar pengaman dengan pelan lalu tarik.
Berhati-hatilah agar air mani tidak tumpah dan buat simpul kemudian buang.
Satu hal yang perlu diketahui, pengaman perempuan tidak bisa digunakan bersamaan dengan kondom laki-laki.
Pasangan harus memilih mana yang hendak dipakai.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pakai Kondom Tetap Bisa Bikin Hamil Kalau Tidak Perhatikan 7 Hal Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kondom-12_20180912_081714.jpg)