Breaking News:

Berita Belu Terkini

Pemkab Belu Harap Masyarakat Sinergi Cegah HIV/AIDS

Pemerintah Kabupaten Belu berharap kepada masyarakat agar bersinergi dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS. Harapan bersama y

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
WORKSHOP---Workshop Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS secara Terpadu dan Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan CD Bethesda Yakkum Belu, di Hotel Nusantara II, Jumat (13/11/2020). 

 
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS

WORKSHOP---Workshop Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS secara Terpadu dan Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan CD Bethesda Yakkum Belu, di Hotel Nusantara II, Jumat (13/11/2020). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA------Pemerintah Kabupaten Belu berharap kepada masyarakat agar bersinergi dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS. Harapan bersama yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan adalah mewujudkan target three zero penanganan HIV dan AIDS di Kabupaten Belu hingga 2030.

Three zero yang dimaksudkan adalah 
Tidak ada lagi penularan infeksi baru HIV dan AIDS, Tidak ada lagi kematian akibat HIV dan AIDS dan 
Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek dalam sambutannya saat pembukaan Workshop Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS secara Terpadu dan Berbasis Masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Nusantara II Atambua, Jumat (13/11/2020). Hadir saat itu, Kepala Devisi Pelayanan Kesehatan Primer CD Bethesda Pusat Yogyakarta, Sukendri Siswanto dan Koordinator Wilayah CD Bethesda Yakkum Belu, Yosafat Acian. 

Perserta berjumlah 35 orang, berasal dari perwakilan Dinkes, BP4D, Dinsos, PMD, perwakilan desa, kecamatan, puskesmas, WPA dan KDS. 

Dokter Joice mengemukakan, data akumultafi kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Belu dari 2013 sampai Oktober 2020 sebanyak 734 kasus. Kasus HIV dan AIDS rata-rata sudah tersebar di Kabupaten Belu. Jumlah kasus berkisar 64-90 kasus tersebar di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Tasifeto Barat 76 kasus, Tasifeto Timur 89 dan Kecamatan Kota Atambua 84 kasus. Sedangkan jumlah kasus berkisar 10-64 tersebar di sembilan kecamatan.

Terhadap penularan penyakit yang belum ditemukan obat penangkalnya ini, pemerintah berharap masyarakat aktif mendeteksi diri sendiri. Cara paling ampuh adalah menjaga kesetian dengan pasangan. 

"Saya berharap workshop hari ini kita sama-sama bicara tentang sinergitas kita dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS ini. Kita wujudkan three zero sampai tahun 2030. Jadi jaga kesetiaan dengan pasangan kita", kata Joice.

Kepala Devisi Pelayanan Kesehatan Primer CD Bethesda Pusat Yogyakarta, Sukendri Siswanto dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah bekerja sama dengan CD Bethesda selama ini.

Banyak hal dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Bethesda selama ini dalam upaya pencegahan penularan HIV dan AIDS serta penanggulangan bagi ODHA. CD Bethesda juga selalu membangun sinergitas dengan masyarakat, Warga Peduli AIDS (WPA) dan semua stakeholder untuk sama-sama melakukan pendampingi kepada ODHA sehingga terwujudnya target three zero. (jen).

  

WORKSHOP---Workshop Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS secara Terpadu dan Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan CD Bethesda Yakkum Belu, di Hotel Nusantara II, Jumat (13/11/2020).
WORKSHOP---Workshop Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS secara Terpadu dan Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan CD Bethesda Yakkum Belu, di Hotel Nusantara II, Jumat (13/11/2020). (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved