Breaking News:

Sekretaris BPP SDM Kementerian Pertanian RI Minta Fokus Membangun Pertanian Dari Kecamatan

lahan harus tanam jagung, padi dan ubi tetapi menanam juga sereh. Saat ini, sereh memiliki pangsa pasar ekspor cukup tinggi.

POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Sekretaris  Badan Penyuluhan dan Pengembangan  Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian, Siti Munifah didampingi pekabat sementara bupati Sumba Barat, Semuel Pakereng dan pejabat lainnya pada saat menggelar  pertemuan dengan pimpinan OPD SB dan pihak terkait lainnya di aula kantor bupati sb, Rabu (11/11/2020)  

Sekretaris BPP SDM Pertanian  Kementerian Pertanian RI Minta Fokus Membangun Pertanian Dari Kecamatan

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK-- Sekretaris  Badan Penyuluhan dan Pengembangan  Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian, Siti Munifah meminta pemerintah Kabupaten Sumba Barat memfokuskan membangun pertanian dari tingkat kecamatan dan desa.

Pemerintah daerah ini harus memastikan tidak ada sejengkalpun lahan kosong tanpa tanaman. Pemerintah harus mendorong  petani khusus kaum muda turun  ke lapangan membangun usaha pertanian. Tidak semua lahan harus tanam jagung, padi dan ubi tetapi menanam juga sereh. Saat ini, sereh memiliki pangsa pasar ekspor cukup tinggi.

Apa yang disampaikan itu merupakan  program kerja yang telah dicanangkan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo yang terkenal dengan sebutan  komando strategi pembangunan pertanian (Kostratani) yang mana proses penbangunan harus dimulai dari desa dan kecamatan.

Sekretaris badan penyuluh dan pengembangan sumber daya manusia pertanian Kementerian Pertanian RI, Siti  Munifah  menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan pimpinan dinas Pertanian, Peternakan, Karantina, BPN dan dinas terkait lainnya lingkup pemerintahan Kabupaten Sumba Barat di aula kantor Bupati Sumba Barat, Rabu (11/11/2020).

Didampingi pejabat sementara Bupati Sumba Barat, Semuel Pakereng, Kepala Dinas Pertanian Sumba Barat, Amos R.Dida dan Stefanus Dinas Pertanian NTT,  Ibu Siti Munifah lebih lanjut menjelaskan sektor pertanian sangat memberi kontribusi cukup besar bagi perkembangan perekonomian indonesia pada masa pandemi corona ini. Karena itu sektor pertanian menjadi salah satu fokus pembangunan. Pembangunan sektor pertanian tidak boleh dimulai dari Jakarta tetapi membangun pertanian dimulai dari Desa dan kecamatan di seluruh wilayah indonesia. 

Dan saat yang dapat menggerakan ekonimi rakyat adalah anggaran pembangunan pertanian bersumber dari APBD dan APBN.

Untuk itu balai penyuluh pertanian (BPP) yang ada  disetiap kecamatan menjadi wadah berkumpul menggerakan pembangunan pertanian di wilayah desa dan kecamatan. Bahkan menjadikannya sebagai rumah bersama   untuk kegiatan penyuluhan pertanian, peternakan dan berbagai kegiatan masyarakat lainnya.

Pengembangan pertanian melibatkan  unsur Kapolsek  dan Danramil  untuk bersama-sama  mengawal dan menggerakan pembangunan pertanian itu.

Baca juga:   Meski Dinonjobkan Sementara, Hak dan Kewenangan Para Kepala OPD Masih Sama

Baca juga: Kenakan Busana Super Seksi, Pose Nikita Mirzani Sukses Bikin Mata Netizen Menyala, Ini Fotonya

Karena itu, pihaknya sangat berharap pemerintah  daerah Sumba Barat bersama  rakyat mensukseskan pembangunan pertanian mulai dari desa dan kecamatam. Pastikan tidak lahan tidur lagi. Semua harus ada tanaman bermanfaat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved