Breaking News:

Kota Kupang

Waspada Transmisi  Lokal  yang Terus Membumi di Kota  Kupang

Dilihat dari catatan data penyebaran Covid-19 di NTT memang sangat fluktuatif. Pasalnya, kasus penyebaran Covid-19 di Kota Kupang sempat stagnan beb

Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
pk/yen
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore pose bersama awak media penerima bansos Covid-19 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (6/11/2020). 

Sebuah Catatan Refleksi Covid-19 di Kota Kupang

KOTA KUPANG sebagai ibukota Provinsi NTT, memiliki kerentanan yang cukup tinggi terhadap bahaya 'laten' penyebaran virus corona (Covid-19). Pasalnya, sebagai jantung ibu kota, wilayah Kota Kupang dengan arus mobilitas dan mobilisasi warga masyarakat dari 22 kabupaten dan kota di bumi Flobamora yang sangat tinggi kondisi ini tentu sangat rentan dan rawan menebar virus covid-19 khususnya untuk kasus transmisi lokal.

Terbukti, secara mondial kasus penyebaran Covid-19 di NTT hingga 9 November 2020 kemarin terus berkembang pesat menjadi 779 kasus dan 11 diantaranya meninggal karena kasus covid-19.

Dilihat dari catatan data penyebaran Covid-19 di NTT memang sangat fluktuatif. Pasalnya, kasus penyebaran Covid-19 di Kota Kupang sempat stagnan beberapa bulan,  Namun kini, kasus  Covid-19 terus melonjak hingga menjadi 64 kasus dalam satu hari dan ini menjadi catatan penting karena lonjakan tertinggi. 

Dan penambahan kasus itu ternyata umumnya terjadi karena melalui transmisi lokal atau penyebaran antarwarga. 
Tetangga,  sahabat,  kenalan bahkan keluarga yang ikut menjadi penular Covid-19. Artinya bahwa Covid-19 makin dekat dalam kehidupan kita sehari-hari.  Apakah kita akan membiarkannya atau mulai lebih membentengi diri melakukan upaya agar tidak terpapar Covid-19.

Menjadi pertanyaan penting, perkembangan pesat Covid-19  di NTT apakah lantaran aturan protokol kesehatan lebih lunak, ataukah sosialisasi mulai lemah ? Ataukah karena kita tak mematuhi aturan protokol kesehatan yang ada? 

Kondisi ini tentu menjadi perantaan kritis yang tidak hanya bisa dijawab masyarakat dengan secara  sadar agar mulai serius menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari hari. 

Salah satunya cara untuk menekan angka kasus penyebaran Covid di wilayah bumi Flobamora, khususnya di Kota Kupang, misalnya salah satunya adalah dengan pembatasan acara pesta atau acara keluarga,  kumpul kumpul (reuni) hingga pembatasan kunjungan ke tempat tempat wisata dan mal mal. Karena faktor faktor itulah yang menjadi salah satu sebab pemicu penyebaran transmisi lokal  Covid-19.

Jika memungkinkan Pemerintah mesti lebih tegas menerapkan aturan main,  seperti pelarangan pengadaan pesta,  dengan alasan apapun.  Jika tidak mau penularan Covid-19 akan pasti bertambah seiring berjalannya waktu. 
Karena bagaimanapun,  pembatasan pesta yang selama ini terjadi, sebenarnya tidak berjalan efektif.  Tamu undangan tetap berjubel mesti ada pem atasan tamu.  

Bahkan tamu yang ada pun tetap tak mematuhi protokol kesehatan.  Menggunakan amsker namun tak menjaga jarak,  apalagi jika ada arena turun melantai. Dipastikan berpegangan tangan,  berdekatan satu sama lain,  tak bisa dibindari. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved