Breaking News:

Penanganan Covid

Kota Kupang Zona Coklat Menuju Zona Hitam Covid-19

Tugas Pemerintah Kota Kupang akan memberikan kepastian dan kenyamanan kepada warga kota Kupang yang terkonfirmasi positif Covid-19

POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ernest Ludji 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Kota Kupang sangat konsen terhadap penanganan Covid-19. Karena tugas Pemerintah Kota Kupang akan memberikan kepastian dan kenyamanan kepada warga kota Kupang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Para korban positif akan ditangani secara baik sesuai SOP dan tidak ada satupun korban yang terlantar.

"Kita berikan garansi, jangan ragu dan takut, pemerintah akan bersungguh-sungguh menangani persoalan Covid-19. Hanya kami meminta masyarakat agar tetap taati 3M memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Meskipun sangat standar dan sederhana tapi dampaknya sungguh besar untuk menekan angka penyebaran Covid-19," kata Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji kepada POS-KUPANG.COM.

Baca juga: Peduli Covid-19 Aparat Polsek Maulafa Rutin Operasi Yustisi Gakplin Protokol Kesehatan

Saat ini, kata Ernest, kota Kupang berada dalam zona coklat menuju hitam. Karena penambahan beberapa hari terakhir yang melonjak semuanya transmisi lokal.

"Potensi penularan lokal besar sekali dan ini sudah mulai menyebar. Kita sedang tidak menakut-nakuti masyarakat tapi faktanya bahwa Covid-19 sudah ada di sekeliling kita. Bagaimana caranya agar tidak terpapar bahwa kita harus disiplin terapkan 3 M. Kemudian jika ada undangan atau syukuran dipertimbangkan secara baik bila akan menghadirinya. Kami memberikan apresiasi pada penyelenggaraan ibadah di rumah ibadah yang menerapkan protokol kesehatan, jadi marilah kita bercermin dari sana," katanya.

Baca juga: Kornelis Dapat Mobil dari BRI Ende Panen Hadiah Simpedes

Ia berharap pelaksanaan pesta-pesta dan syukuran agar bisa membatasi waktu pelaksanaan dan undangan yang hadir, apalagi di dalam gedung yang potensinya sangat besar apabila tidak menerapkan 3M.

Ia menjelaskan kenaikan positif Covid-19 di kota Kupang naik beberapa bulan lalu, kemudian jedah satu bulan tidak ada penambahan pasien positif dan semua yang dirawat sembuh, tapi tiba-tiba bulan berikutnya penambahan begitu ekstrem.

Ada penambahan 24 pasien dan 13-nya dari Kelurahan Oesapa yang padat penduduk.

"Bila tidak menerapkan secara baik maka pasti ada lonjakan yang signifikan. Keberadaan ruang isolasi di RS juga sudah mulai menipis, bila kita tidak memerhatikan protokol kesehatan maka sudah pasti akan ada kekurangan fasilitas," katanya.

Ia mengajak semua pihak pentahelix untuk bersama-sama berjuang untuk menekan angka penyebaran Covid-19, yang mana ekonomi dan protokol kesehatan harus tetap berjalan. Apalagi akan memasuki musim hujan tentunya Pemerintah Kota harus memberikan konsentrasi yang besar terhadap penanganan DBD dan waktu yang sama berjuang melawan Covid-19.

Untuk diketahui pada 1 sampai 5 November 2020 ada 363 sampel swab yang dikirim ke lab RSUD W Z Yohannes. Dari sampel tersebut sudah keluar 30 dan masih 333 sampel lagi tengah menunggu hasil.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker;
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved