Pilkada Malaka 2020
Pilkada Malaka :Debat Didominasi Cabup, Cawabup Jadi Penghias Podium ?
KPU) Malaka telah menyelenggarakan satu tahapan lanjutan Pilkada 2020 dengan menggelar debat publik pasangan calon bupati dan wak
Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong
POS-KUPANG.COM I BETUN--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaka telah menyelenggarakan satu tahapan lanjutan Pilkada 2020 dengan menggelar debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Malaka, paslon nomor 1 (satu) Simon Nahak-Kim Taolin atau SN-KT dan paslon nomor 2 (dua) dr. Stefanus Bria Seran, MPH-Wendelinus Taolin atau SBS-WT.
Debat Publik ini mengusung tema :"Menuju Pemimpin Malaka Yang Responsif, Produktif dan Inovatif" ini dengan Moderator, Maryati Luturmas Adoe SE, M.Si dan Panelis, Dr. Ahmad Atang, M.Si dan Dr. Jhon Kothan, S.H. M. Hum.
Terkait debat publik ini, penilaian panelis bahwa sudah berjalan baik dimana ada kesiapan dari para paslon untuk menjadi calon pemimpin di Malaka. Namun yang disayangkan, debat hanya didominasi calon bupati (cabup) sedangkan calon wakil bupati (cawabup) terkesan hanya jadi penghias Podium.
Hal ini disampaikan salah satu Panelis, Dr. Jhon Kothan, S.H. M. Hum ketika dimintai tanggapannya terkait jalannya Debat Paslon yang dilaksanakan di Aula Susteran SSpS Betun, Rabu (4/11).
Jhon mengakui bahwa kedua paslon yang berdebat saat ini sudah menunjukkan kapasitas cukup bagus dalam mempersiapkan diri menjadi calon bupati dan wakil bupati di Malaka.
Namun, lanjut Jhon, satu hal yang belum memenuhi harapannya bahwa kedua paslon tidak memberikan kesempatan yang berimbang. Artinya cabup tidak memberi kesempatan pada cawabup untuk menyampaikan pendapat. Hal ini terkesan cawabup hanya jadi penghias podium debat.
"Tapi bagi saya, kedua paslon menunjukan kapasitas yang sangat bagus. Tinggal sekarang rakyat Malaka yang akan menentukan sikap. Jawaban yang diberikan kedua paslon di debat ini pada akhirnya rakyat yang menentukan siapa yang layak menjadi pemimpin. Rakyat yang lebih berkuasa," tegas staf pengajar Fakultas Hukum Undana ini.
Sementara Ketua KPU Malaka, Makarius B Nahak, S.Fil dalam sambutan pembukaan mengatakan, Debat Publik ini merupakan salah satu bentuk kampanye yang diatur dalam PKPU. Pada PKPU nomor : 13 tahun 2020 pasal 59 sudah mengaturnya secara jelas.
Dirinya menegaskan, rakyat Malaka sangat menginginkan dari pilkada ini bisa melahirkan calon pemimpin yang betul-betul memiliki komitmen yang tinggi dalam memajukan Malaka.
"Rakyat mengharapkan agar dari isi materi yang disajikan dalam debat memuat ide dan pemikiran dari paslon untuk membawa Malaka ke arah yang lebih baik. Silahkan Rakyat melihat rekam jejak dan mendalami apa yang ditawarkan," kata Makarius.
Dirinya mengharapkan agar rakyat Malaka cerdas menentukan pilihan pada pilkada ini dan jangan sampai kedaulatan rakyat di gadaikan dengan iming-iming yang dapat mempengaruhi suara hati.
Pelaksanaan debat publik dibuka tepat Pukul 10.15 Wita dihadiri tim paslon sebanyak 4 orang per paslon. Selain itu, 5 komisioner KPU, 3 Komisioner Bawaslu ditambah Ketua KPU NTT, Thomas Dohu, undangan lain seperti Penjabat Bupati Malaka, dr. Meserasi Ataupah, pejabat yang mewakili Kapolres Malaka, pejabat mewakili Dandim 1605 Belu-Malaka.(*)
Area lampiran
BalasBalas ke semuaTeruskan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pilkada-malak-paslon-bupati-dan-wakil-bupati-malaka-nomor-1-sn-kt.jpg)