Breaking News:

Sosok Bupati Tercantik Indonesia, Kini Dipenjara Dua Tahun, Sri Wahyumi Punya Koleksi Barang Mewah

Sosok Bupati Tercantik Indonesia yang Kini Dipenjara Dua Tahun, Sri Wahyumi Punya Koleksi Barang Mewah, Dilelang KPK

Editor: Bebet I Hidayat
Surya Malang
Sosok Bupati Tercantik Indonesia, Kini Dipenjara Dua Tahun, Sri Wahyumi Punya Koleksi Barang Mewah 

Namun sebelum menjadi tersangka kasus KPK, sisi lain Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM), Bupati Talaud ini juga sudah mencuri perhatian publik.

Pasalnya, Sri Wahyumi yang menjabat sebagai Bupati Talaud ini memiliki paras nan cantik sehingga sempat viral di media sosial kala itu.

Tak hanya itu, Bupati Talaud Sri Wahyumi juga pernah tampil di televisi dan menjadi bintang tamu.

Seperti yang diketahui, istri hakim ini baru saja ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga terima suap revitalisasi pasar Talaud.

Selain Sri Wahyumi, KPK juga menetapkan dua pengusaha lainnya, yaitu Benhur Lalenoh dan Bernard Hanafi Kalalo sebagai tersangka.

Penetapan Sri Wahyumi sebagai tersangka kasus KPK sejumlah proyek terjadi pada Selasa (30/4/2019).

Seperti yang diwartakan Kompas.com, Sri Wahyumi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 hurut b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Namun, jauh sebelum kasus ini mencuat, sisi lain Sri Wahyumi pernah membuat publik terkagum-kagum.

Bupati Talaud ini juga sempat membuat banyak kontroversi selama menjadi anggota pemerintahan.

Perempuan kepala empat ini pernah sarankan masyarakat untuk kibarkan bendera Filipina lantaran protes terhadap pembangunan yang tidak dilakukan di daerahnya.

Tak hanya itu, ia sempat dinonaktifkan Kemdagri karena ke luar negeri tanpa izin.

Seperti yang Grid.ID lansir dari tribun manado, penonaktifan Sri Wahyumi tertuang pada Keputusan Mendagri nomor 131.71-17 tahun 2018.

Keputusan Mendagri itu menerangkan tentang pemberhentian sementara Bupati Kepulauan Talaud.

Hal ini lantaran Bupati Sri Wahyumi Manalip mengadakan perjalanan ke luar negeri dari 13 September 2017 hingga 20 Oktober 2017.

Keberangkatan Bupati ke Amerika ternyata tak dilengkapi surat izin dari Gubernur diketahui Menteri Dalam Negeri.

Di luar kontroversinya tersebut, ternyata ada sisi lain Sri Wahyumi yang belum banyak orang tahu.

Dilansir Grid,ID dari laman Instagram dan tayangan KompasTV, berikut 9 sisi lain Sri Wahyumi yang doyan belanja, penggemar motor, hingga ngefans Nike Ardilla.

1. Menerima banyak penghargaan

Penghargaan Bupati Talaud 

Seperti yang diketahui, Sri Wahyumi beberapa kali membagikan momen saat ia menerima penghargaan di Instagramnya.

Tak hanya satu, ada beberapa pengghargaan yang pernah diperolehnya.

Salah satunya ialah penghargaan kategori "Outstanding Innovative Figures of The Year 2017" dan menjadi salah satu Wanita Berpengaruh di Indonesia tahun 2017.

2. Senang Berswafoto

Layaknya perempuan pada umumnya, Sri Wahyumi tampak senang berswafoto.

Ia tak jarang mengunggah potret full face dirinya di Instagram.

Berikut beberapa potret swafoto sang Bupati Talaud.

3. Suka Mengendarai Motor Cowok

Sri Wahyumi kendarai motor (Instagram @swmanalip)

Salah satu yang mencuri perhatian publik adalah hobi Sri Maryami yang suka mengendarai motor cowok.

Sri Maryami mengendarai motor cowok saat tengah melakukan beberapa kegiatan di daerah-daerah.

Hal ini sering dibagikannya di akun Instagram pribadinya sebagai berikut.

4. Hobi Traveling dan Doyan Belanja

Tak kalah dengan anak muda, Bupati Talaud Sri Maryami ternyata hobi traveling dan doyan belanja.

Ia bahkan mengoleksi banyak barang mewah dari brand-brand ternama dunia.

Melansir Kompas.com, Bupati Talaud rupanya sempat protes mengenai jenis fee yang ia terima dari pihak kontraktor dari dua proyek revitalisasi pasar Talaud.

Menerima barang mewah sebagai salah satu fee, Bupati Talaud, Sri Wahyumi Maria sempat minta dibelikan tas branded keluaran rumah mode Hermes.

"Sempat dibicarakan permintaan tas merk Hermes dan Bupati tidak mau tas yang dibeli, sama dengan tas yang sudah dimiliki oleh seorang pejabat perempuan di sana.

Karena kebetulan selain Bupati Talaud ada bupati yang perempuan juga di Sulawesi Utara," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

5. Pernah Diundang Talkshow Bareng Tukul Arwana

Bupati Talaud pernah diundang dalam talkshow bersama Tukul Arwana di stasiun televisi KompasTV sekitar bulan April tahun 2017 lalu.

Pada tahun itu, Sri Wahyumi meang tengah banyak menerima penghargaan sehingga menjadi inspirasi bagi masyarakat.

Bahkan, Sri Wahyumi mendapat julukan sebagai Srikandi Kepulauan Talaud.

6. Penggemar Nike Ardilla

Nike Ardila
Nike Ardila (Grid .id)

Dari wawancaranya bersama Tukul Arwana dan Bila Barbie, Sri Wahyumi mengaku suka dengan Nike Ardilla.

"Jadi waktu masih sekolah, idolanya almarhumah Nike Ardilla karena seneng dengan suaranya merdu," terang Sri Wahyumi.

Ia bahkan mau menyanyikan lagu dari mendiang Nike Ardilla pada acara tersebut.

7. Suka Warna Pink

Selain penggemar Nike Ardilla, Sri Wahyumi juga menyukai warna pink.

"Karena warna pink itu memberikan kesejukan bagi hati kita. Dari sekolah dulu memang sudah senang warna pink," terang Sri Wahyumi.

8. Dapat Gelar dari Keraton Surakarta

Sri Wahyumi dapat gelar dari keraton Surakarta (Instagram @swmanalip)

Sri Wahyumi juga mendapat gelar kebangsawanan dari Keraton Surakarta.

Gelar yang disandang Bupati Talaud itu adalah Kanjeng Mas Ayu Tumenggung lantaran SWM menjadi pemimpin yang berkarya untuk rakyat.

9. Suka Es Krim Strawberry

Masih dari tayangan yang di pandu Tukul Arwana 2 tahun silam, SWM ternyata juga menyukai es krim strawberry.

Menurutnya, es krim tersebut menjadi favorite karena warnanya yang pink.

"Kalau beli es krim pasti harus yang strawberry karena warna pink," ucap Sri Wahyumi

* Rekam Jejak Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip, Aksi-aksi Kontroversial, Istri Hakim di PT Manado

Sosok Sri Wahyumi Manalip (SWM) tak hanya dikenal sebagai kepala daerah atau Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Sri Wahyumi juga diketahui adalah istri seorang hakim aktif di Pengadilan Tinggi (PT) Manado bernama Armindo Pardede SH MAP.

Armindo pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Manado pada periode 2013-2014.

Sebelum itu, ia sebagai hakim anggota di Pengadilan Negeri Manado.

Humas Pengadilan Tinggi Manado Imam Syafii membenarkan Armindo Pardede masih bertugas.

"Status jabatannya Hakim Tinggi. Beliau sering masuk kerja," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/4/2019).

Memang, SWM jarang mempublikasi keluarganya. Dari akun instagram @swmanalip, hampir tidak terlihat postingan SWM dengan keluarganya.

Kini, SWM telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). Ia sudah dibawa ke Kantor KPK setelah ditangkap paksa dari Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (30/4/2019).

SWM sering sekali membuat kontroversial selama dia menjabat sebagai Bupati Talaud sejak 2013.

Rekam Jejak SWM, dari Gerindra ke PDI-P

SWM maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013. Ia mengaku didukung Partai Gerindra, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).

Namun PPRN kemudian menyatakan tak pernah mendukung pencalonan SWM. Akibatnya tiga orang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Talaud dipecat oleh DKPP karena dianggap tidak teliti.

Usai menang di pilkada yang sempat tertunda itu, SWM kemudian bergabung dengan PDI-P dan meninggalkan Gerindra. Dia dipercaya sebagai Ketua DPC PDI-P Talaud.

Tak lama kemudian, hubungan SWM dengan PDI-P retak. SWM tidak pernah menghadiri rapat-rapat partai, bahkan saat Ketua Umum PDI-P Megawati menggelar rapat koordinasi.

Akibatnya, Ketua DPD PDI-P Sulut Olly Dondokambey berang. SWM kemudian dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI-P.

Pada Pilkada 2018, SWM kembali maju sebagai calon bupati Talaud lewat calon perseorangan alias independen.

Dia maju bersama Gunawan Talenggoran. Namun, dia kalah oleh pasangan Elly Lasut-Mohtar Parapaga memenangi Pilkada Talaud.

Kemudian Sri Wahyumi Manalip meloncat dari PDI-P ke Partai Hanura. Dia menjabat sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Talaud.

Aksi-aksi Kontroversial

Selain itu, sewaktu Gubernur Sulut dijabat Sinyo Harry Sarundajang, pada 2015 SWM mendapat teguran dari Gubernur.

Teguran itu diberikan karena sebagai Bupati, SWM menjalankan APBD yang tidak sesuai dengan yang dikonsultasikan ke Tim TAPD Pemprov Sulut.

Kemudian, aksi kontroversial SWM lainnya adalah saat dia tidak mengindahkan larangan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam memutasi Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Talaud.

Pada Juli 2018, SWM me-nonjob-kan lebih dari 300 ASN eselon II, III dan IV usai dia kalah pada Pilkada Talaud 2018. Padahal, undang-undang melarang kepala daerah melakukan mutasi usai Pilkada.

Tak hanya kali itu dia berseteru dengan Kemendagri. SWM bahkan pernah dinonaktifkan selama tiga bulan sebagai Bupati Talaud oleh Mendagri pada 2018.

Mendagri menganggap SWM melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin pada Oktober hingga November 2017.

Sebagai kepala daerah, seharusnya SWM meminta izin terlebih dahulu. Namun SWM beralasan, kepergiannya ke Amerika Serikat kala itu, tidak dibiayai dari uang negara.

Berbagai kontroversial lainnya juga dilakukan oleh SWM, misalnya dia pernah selama 11 hari meninggalkan daerah usai kalah dalam Pilkada Talaud 2018 lalu.

Penggemar Olahraga Ekstrem

Tak hanya itu, SWM juga dikenal sering melakukan aktivitas ekstrem. Ia berencana pada 8 Mei nanti akan melakukan aksi terjun payung. Sayang rencana itu tidak terwujud.

Baru-baru ini, SWM melakukan aksi ekstrem sebelum ditangkap KPK.

Pada Jumat (26/4/2019), SWM menyeberangi perairan kepulauan Talaud bagian dari Samudera Pasifik, hanya dengan menggunakan jet ski.

SWM berangkat dari Beo, di daratan pulau Karakelang menuju pulau terluar Miangas. Jarak tempuh kedua pulau sekitar 127 mil.

Gelombang laut saat itu sedang tinggi-tingginya. SWM nekat menggunakan jet ski selama 13 jam.

Dia ingin mencatatkan rekor MURI sebagai kepala daerah pertama yang mengarungi lautan dalam waktu 13 jam dengan jetski.

Vonis Hukuman Kepada Sri Wahyumi Manalip

Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (9/11/2019).

Adapun Sri Wahyumi merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo tahun anggaran 2019 di Kabupaten Kepulauan Talaud.

"Mengadili, satu, menyatakan terdakwa Sri Wahyumi Maria Manalip terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Saifudin Zuhri saat membaca amar putusan, Senin malam.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni, 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam pertimbangan majelis hakim, hal yang memberatkan Sri Wahyumi adalah perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sri Wahyumi juga tidak berterus terang mengakui perbuatannya.

Sementara, hal meringankan adalah ia belum pernah dihukum, berlaku sopan di persidangan, dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Majelis hakim juga mencabut hak politik Sri Wahyumi selama 5 tahun sejak ia selesai menjalani masa pidana pokoknya.

Hakim menganggap Sri Wahyumi terbukti menerima suap dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo melalui orang kepercayaannya Benhur Lalenoh terkait pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo tahun anggaran 2019 di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Adapun Bernard telah dinyatakan terbukti bersalah dan divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim.

Sementara Benhur divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan.

Menurut hakim, suap yang diberikan ke Sri Wahyumi itu dimaksudkan agar Sri Wahyumi membantu memenangkan perusahaan yang digunakan Bernard dalam lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan pekerjaan revitalisasi Pasar Beo tahun anggaran 2019.

Hakim menilai, Sri Wahyumi terbukti menerima sejumlah barang mewah dari Bernard sebagai realisasi commitment fee terkait pengurusan dua pasar tersebut.

Rinciannya, telepon satelit merek Thuraya beserta pulsa sebesar Rp 28 juta, tas merek Balenciaga seharga Rp 32,9 juta, dan tas merek Chanel seharga Rp 97,3 juta.

Kemudian, menerima jam tangan merek Rolex seharga Rp 224 juta, cincin merek Adelle seharga Rp 76,9 juta, dan anting merek Adelle seharga Rp 32 juta.

"Jumlah total nilai barang yang diperuntukan terdakwa sebesar Rp 491,94 juta melalui Benhur Lalenoh. Menimbang bahwa, terdakwa mengetahui dan sudah menunggu terhadap barang-barang yang siap diantar ke Talaud untuk diserahkan oleh Bernard Hanafi Kalalo bersama Benhur Lalenoh," kata hakim.

Sri Wahyumi dianggap terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 Ayat (1) KUHP.  (Kompas.com/Scivo Marcelino Mandey/Dylan Aprialdo Rachman)

Sebagian artikel ini telah tayang di https://regional.kompas.com/read/2019/04/30/21191451/rekam-jejak-bupati-talaud-sri-wahyumi-manalip-istri-hakim-yang-jadi-tahanan?page=all dan ttps://nasional.kompas.com/read/2019/12/09/21590571/mantan-bupati-talaud-sri-wahyumi-divonis45-tahun-penjara?page=all

Sebagian Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sri Wahyumi Maria Manalip Dipenjara Dua Tahun, KPK Lelang Barang-barang Mewah Bupati Talaud Nonaktif, https://wartakota.tribunnews.com/2020/10/26/sri-wahyumi-maria-manalip-dipenjara-dua-tahun-kpk-lelang-barang-barang-mewah-bupati-talaud-nonaktif?page=all.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved