Breaking News:

Sosok Bupati Tercantik Indonesia, Kini Dipenjara Dua Tahun, Sri Wahyumi Punya Koleksi Barang Mewah

Sosok Bupati Tercantik Indonesia yang Kini Dipenjara Dua Tahun, Sri Wahyumi Punya Koleksi Barang Mewah, Dilelang KPK

Editor: Bebet I Hidayat
Surya Malang
Sosok Bupati Tercantik Indonesia, Kini Dipenjara Dua Tahun, Sri Wahyumi Punya Koleksi Barang Mewah 

POS-KUPANG.COM -- Sri Wahyuni Maria Manalip, Bupati Talaud  Sulawesi Utara pernah disebut sebagai bupati tercantik di Indonesia. Namun nasib malang juga mengikuti perjalanan kariernya di dunia politik

Ia terjerat kasus korupsi hingga harus diperiksa KPK. Apesnya, semua barang mewah miliknya disita KPK dan kini dilelang

Bupati Talaud nonaktif Sri Wahyumi Maria Manalip dijebloskan ke Lapas Anak Wanita Tangerang, Banten.

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang langsung menjebloskan Sri Wahyumi Maria Manalip ke penjara.

Diketahui kini, Sri Wahyumi Maria Manalip di penjara selama dua tahun dikurangi selama bereda dalam tahanan.

Baca juga: Mbak You Bongkar Sifat Asli Puput Nastiti Devi, Karakter Istri Ahok Bisa Rusak Rumah Tangganya

Baca juga: Baru Terungkap, Inilah Ucapan Pedas Ahok Sebelum Ceraikan Veronica Tan dan Pilih Nikahi Puput

Baca juga: Link ILC TV One Malam Ini Streaming Selasa 27 Oktober 2020, Karni Ilyas: Menunggu Vaksin Covid-19

“Hari ini Jaksa Eksekusi KPK Leo Sukoto Manalu telah melaksanakan putusan Peninjauan Kembali No.270PK/Pid.Sus/2020 tanggal 25 Agustus 2020 atas nama terpidana Sri Wahyumi Maria Manalip ,” kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (26/10/2020).

 

Ali mengatakan,  Sri Wahyumi Maria Manalip juga telah melunasi pembayaran denda sebesar Rp200 juta dan telah disetorkan ke kas negara sebagai bagian aset recovery pada Jumat (2/10/2020).

Diberitakan sebelumnya, hukuman Sri disunat dari 4 tahun dan 6 bulan penjara menjadi 2 tahun penjara setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Sri.

KPK pun kecewa terhadap putusan MA tersebut.

Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro sebelumnya mengatakan, MA menyatakan Sri Wahyumi melanggar Pasal 12 huruf a UU Tipikor dan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved