Minggu, 19 April 2026

Warga Pautola : Pak Gubernur dan Wakil Gubernur Tolong Perhatikan Kami

PLN diwilayah itu sering alami gangguan sehingga hampir setiap hari padam. Akibatnya barang elektronik rusak karena listrik padam

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Suasana di Kampung Kotaodo Desa Pautola Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo, Sabtu (24/10/2020). 

Warga Pautola: Pak Gubernur dan Wagub Tolong Perhatikan Kami

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Warga Kotaodo Desa Pautola Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo rupanya sangat resah dengan persoalan yang mereka alami yaitu listrik.

Pasalnya listrik milik PLN diwilayah itu sering alami gangguan sehingga hampir setiap hari padam. Akibatnya barang elektronik rusak karena listrik padam secara tiba-tiba.

Warga Kotaodo, Yoakim Dhae mengaku selama ini warga masyarakat sangat resah dengan pemadaman listrik secara tiba-tiba. Bahwa dalam satu hari bisa empat hingga lima kali pemadaman.

"Pak Gubenur bapak Viktor dan bapak Wakil Gubernur Josef Nae Soi tolong perhatikan kami masyarakat Pautola, listrik kami mati hingga tiga sampai lima kali satu hari," ujar Yoakim saat dijumpai POS-KUPANG.COM di Kotaodo Desa Pautola, Minggu (25/10/2020).

Ia menyebutkan bahwa selama ini masyarakat sangat kesulitan jika listrik padam. Karena aktivitas yang bergantung pada listrik sangat terganggu. Alat-alat elektronik banyak yang rusak akibat pemadaman listrik yang secara tiba-tiba.

Ia menyarankan agar wilayah Pautola bisa akses listrik dari Maunori. Karena jaraknya bisa dijangkau dan hanya butuh tiga sampai empat tiang listrik dari Maunori sudah masuk ke Kotaodo Desa Pautola.

"Kalau dari Maunori ke Ekowodo hanya tambah dua atau tiga tiang saja. Kalau yang sekarang ini jaringan dari Bajawa atau Ende kalau tidak salah. Maka lebih baik kami pakai listrik dari Maunori saja karena dekat dan listrik tidak sering padam," ujarnya.

Ia mengharapkan agar keluhannya bisa tersalurkan dan bisa membawa angin segar bagi warga disana yang selama ini merindukan listrik yang aman dan nyaman.

"Kami sangat rindu lisrik yang aman. Kami sulit kalau listrik padam terus," ujarnya.

Ia mengaku warga masyarakat sudah sangat resah karena listrik sering padam.

Baca juga: Pilkada Kabupaten Sumba Timur, Kampanye Paket Sehati Tetap Berpatokan pada PKPU

Baca juga: Bhabinsa Loang Serka Jahidin Pimpin 12 Anggota Baru Kerja Bakti, Yuk Simak !

Baca juga: Air Mata Ali Taher Parasong Mengenang Masa Kecilnya di Riangbao Lembata 50 Tahun Lalu

Baca juga: Sandiaga Uno Bela dan Pasang Badan untuk Prabowo yang Dikecam Pegiat HAM, Sebut Tak Bersalah

Baca juga: Ny Julie Sutrisno Laiskodat Serahkan Bantuan PMT Untuk Balita, Ny Theresia: Terima Kasih

"Kami beli meteran, kami beli pulsa. Apa yang kurang, terus listriknya mati hidup. Kalau memang padam terus lebih baik tidak usah lagi jual meteran dan pulsa listrik," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved