Breaking News:

Berita Belu Terkini

Kenebibi Deklarasikan Sebagai Desa  Open Defecation Free

Masyarakat Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu mendeklarasikan sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) karena su

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
DEMO CARA CUCI TANGAN---Para siswa SDN Fatukmetan melakukan demo cara cuci tangan yang baik, disaksikan Pjs. Bupati bersama rombongan, Rabu (21/10/2020). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Masyarakat Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu mendeklarasikan sebagai Desa Open Defecation Free (ODF) karena sudah terwujud pilar pertama STBM yakni, stop buang air besar sembarangan.

Deklarasi Desa ODF ini dihadiri Pjs. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM, Pimpinan Yayasan Pijar Timur Indonesia, Vinsensius Kia Beda, Kepala Desa Kenebibi, Petrus Kapir, Rabu (21/10/2020).

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM mengatakan, deklarasi Desa ODF menjadi penanda perubahan perilaku dan komitmen warga desa untuk tidak melakukan pencemaran lingkungan melalui kebiasaan membuang air sembarangan.

“Ini langkah pertama, masih ada empat langkah yang harus ditempuh dan mudah-mudahan dalam tahun ini 5 pilar STBM sudah bisa diterapkan masyarakat di Desa kenebibi sehingga kedepannya desa ini bisa menjadi Desa STBM,” pinta Pjs. Bupati.

Pjs. Bupati menghimbau agar dimasa pandemi Covid-19 ini masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan yakni selalu menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah, selalu mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, menjaga jarak atau menghindari kerumunan serta selalu menjaga imun tubuh.

Pjs Bupati juga memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Kenebibi dan semua pihak yang telah bekerjasama dengan baik sehingga deklarasi Desa Kenebibi sebagai Desa ODF dapat berjalan dengan lancar.

Pimpinan Yayasan Pijar Timur Indonesia, Vinsensius Kia Beda menyampaikan, target besar program STBM ini bukan hanya pada tingkatan desa saja melainkan sampai pada tingkat masyarakat di kabupaten.
Dalam melaksanakan proses ini, Yayasan Pijar Timur Indonesia didukung Yayasan PLAN International-Indonesia.

Vinsen berharap agar proses deklarasi ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa yang berada di wilayah pesisir pantai untuk melakukan hal yang sama.

“Keluarga yang bahagia itu adalah keluarga yang bebas dari sampah dan tidak membuang air besar sembarangan. Kami juga mengajak kita semua untuk stop buang air besar sembarangan dan kepada anak-anak untuk membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir,” harap Vinsen.

Kepala Desa Kenebibi, Petrus Kapir dalam laporan menyampaikan,
kerja sama Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) dengan Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Belu melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan
upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat kebiasaan buang air besar sembarangan.

Kerja sama ini juga dalam rangka mewujudkan masyarakat Belu, khususnya Kenebibi menjadi bersih dan sehat.

Menurut Petrus, melalui musyawarah bersama disepakati untuk mendeklarasikan sebagai Desa Kenebibi sebagai Desa ODF. Pemerintah Desa mulai melakukan pendataan dan sosialisasi di dusun-dusun serta melakukan intervensi pola pergerakan, dilanjutkan dengan evaluasi dan monitoring oleh Tim STBM Kecamatan dan Desa.

Deklarasi ini bukan merupakan akhir dari proses STBM, tapi terdapat tugas lain yang lebih utama yaitu mempertahankan dan terus melakukan monitoring kondisi lingkungan maupun perubahan prilaku untuk tetap hidup bersih dan sehat dan meningkatkan status dari Desa ODF menjadi Desa STBM.

Dalam kegiatan ini, para siswa SD melakukan demo cara cuci tangan yang baik, disaksikan Pjs. Bupati bersama rombongan. Pelajar SDN Fatukmetan ini juga menyuarakan yel-yel STBM. (jen).

DEMO CARA CUCI TANGAN---Para siswa SDN Fatukmetan melakukan demo cara cuci tangan yang baik, disaksikan Pjs. Bupati bersama rombongan, Rabu (21/10/2020)
DEMO CARA CUCI TANGAN---Para siswa SDN Fatukmetan melakukan demo cara cuci tangan yang baik, disaksikan Pjs. Bupati bersama rombongan, Rabu (21/10/2020) (istimewa)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved