Breaking News:

Penanganan Covid

Setelah Satu Orang Positif Covid-19, Pemkab Belu Aktifkan Kembali Posko

Dalam rakor tersebut dibahas mengenai perkembangan dan penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Belu.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Rapat koordinasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu di Aula Lantai I Kantor Bupati Belu, Senin (19/10/2020). 

Setelah Satu Orang Positif Covid-19, Pemkab Belu Aktifkan Kembali Posko

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu menggelar rapat koordinasi terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu bertempat di Aula Lantai I Kantor Bupati Belu, Senin (19/10/2020).

Rapat dipimpin Ketua Umum Gugus Tugas, Pjs Bupati Belu, Zakarias Moruk ini dihadiri seluruh pimpinan terkait yakni, Dandim 1605 Belu, Kapolres Belu, Kajari Belu dan Danyon 744/SYB. Peserta rakor adalah anggota gugus tugas masing-masing bidang.

Dalam rakor tersebut dibahas mengenai perkembangan dan penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Belu.

Pjs. Bupati Belu, Zakarias Moruk yang ditemui wartawan mengatakan, di Kabupaten Belu sudah satu orang terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu, pemerintah melakukan upaya-upaya pencegahan diantaranya mengaktifkan kembali posko pemantauan Covid-19 di beberapa pintu masuk Kabupaten Belu.

Hampir sebulan, posko pemantauan Covid-19 di sejumlah pintu masuk tidak beroperasi karena perkembangan kasus Covid-19 tidak menonjol.

Menurut Zaka Moruk, pengaktifan kembali posko pemantauan akan dilakukan sekitar pekan depan.

Selain pengaktifan posko-posko, pemerintah juga terus menghimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol Covid-19 secara disiplin. Pemerintah juga sudah memiliki payung hukum tentang sanksi bagi orang yang melanggar protokol Covid-19. Aturan tersebut berupa Perda nomor 10 tahun 2020.

Zaka Moruk mengatakan, untuk mengaktifkan kembali posko-posko dibutuhkan anggaran. Pemerintah akan menyiapkan lagi anggaran sekitar Rp 9 M lebih untuk membiayai operasional di posko-posko selama beberapa bulan ke depan.

Untuk diketahui, data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu hingga Minggu 18 Oktober 2020 menunjukkan, total pelaku perjalanan sebanyak 2.886 orang. Yang selesai pemantauan sebanyak 2.773 sedangkan dalam pemantauan 113 orang.

Suspek (ODP & PDP) sebanyak 83 orang, semuanya telah selesai pemantauan. Kontak Erat (OTG) sebanyak 108 orang, yang selesai pemantauan 83 orang sedangkan dalam pemantauan sebanyak 25 orang yang tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang, Kecamatan Kakulukmesak 2 orang, Kecamatan Kota Atambua 18 orang, Kecamatan Atambua Barat 2 orang,Kecamatan Atambua Selatan 1 orang dan Kecamatan Tasifeto Barat 1 orang.

Baca juga: LINK Bagaimana Daftar Program JPS Kemnaker www.kemnaker.go.id, Update Kartu Prakerja Gelombang 11

Baca juga: Hadiri Diskusi Meda Mazi, Linus Lusi: Tiap Hari Harus Membaca Buku

Baca juga: Rocky Gerung Sindir Mahfud MD, Bintang ILC TV One Sebut Penangkapan Aktivis KAMI Persaiangan Politik

Status Terkonfirmasi satu orang di Kecamatan Kota Atambua yang adalah pelaku perjalanan dari Jakarta. Sedangkan status probable nihil.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M:
Wajib memakai masker,
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan
Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved