Public Service Pos Kupang

Pelayanan Terlambat di Disdukcapil Nagekeo

Apa kendala yang dihadapi Dinas Dukcapil Nagekeo terkait pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik ( E-KTP)?

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
PELAYANAN-Suasana pelayanan perekaman E-KTP di Mbay Kabupaten Nagekeo, Kamis (15/10/2020). 

POS-KUPANG.COM - Selamat pagi Pos Kupang. Kami masyarakat Nagekeo ingin bertanya, apakah kendala yang dihadapi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Dukcapil) Nagekeo terkait pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik ( E-KTP)?

Kami melihat pelayanan sangat terlambat. Kami minta penjelasan dan apakah tidak ada solusi untuk mendapatkan bantuan dari pemerintab pusat.

E-KTP kami sangat membutuhkan dan kami juga ingin pelayanan itu cepat dan tepat. Apalagi di sana ruangan sangat tidak mendukung.

Baca juga: Pilkada Sumba Timur - Bawaslu Belum Terima Laporan Pelanggaran Kampanye

Kami berharap kinerja Disdukcapil harus ditingkatkan. Semoga masukan ini menjadi bahan pertimbangan dan menjadi masukan yang berarti bagi kami. Sekian dan terima kasih.

Warga Nagekeo
AH
085339XXXXXX

Tanggapan

Sudah Punya Mesin Cetak Dua Menit Selesai

Saya perlu sampaikan terima kasih atas masukannya. Kami menyampaikan bahwa saat ini Disdukcapil sudah memiliki mesin Mobile Conectivity Service (MCS) yang berfungsi untuk merekam dan mencetak KTP dengan cepat.

Mesin MCS sering disebut sebagai mesin dua menit, berasal dari bantuan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: Pjs Bupati Ngada Kunjungi PKBM Bravostart Mataloko, Ini Tujuannya!

Mesin MCS ini sudah ada sejak bulan Januari 2020 dan digunakan sejak bulan September 2020.

Sesuai dengan nama dan fungsinya, mesin ini bisa dibawa ke mana-mana untuk lakukan kegiatan perekaman dan pencetakan KTP.

Kami sering menyebut mesin ini dengan nama mesin dua menit, karena proses rekam dan cetak hanya membutuhkan waktu dua menit, asalkan jaringan internet di tempat itu bagus.

Ada kendala. Kalau listrik mati hidup otomatis server kami mati hidup juga. Tahun lalu server kami jebol. Pertama listrik dan yang kedua itu adalah jaringan.

Karena sistemnya kita pakai sistem jaringan. Beberapa server KTP elektronik sendiri, biodata tersendiri dan terintegrasi.

Kendala lain adalah sistem yang harus diganti-ganti dari pusat. Sehingga sumber daya manusia (SDM) harus terus mengikuti pelatihan. Ketiga itu sistemnya sendiri, sistem yang diganti-ganti, makanya yang paling utama adalah SDM.

Kalau sistemnya ganti berarti kami kirimkan orangnya ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan. (gg).

Sekertaris Disdukcapil Nagekeo
Paulus Dominikus Sole

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved