Breaking News:

Kampanye Terbatas di Bakateu, SBS Ajukan Dua Pertanyaan pada Warga

Pertanyaan lain apakah program pacul tanah yang juga merupakan bagian dari program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) warga membayar

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/EDY HAYONG
Bakal calon Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH bersama istri, calon Wakil Bupati, Wendelinus Taolin bersama istri saat berada di Dusun Bakateu, Desa Wehali, Sabtu (17/10). 

Kampanye Terbatas di Bakateu, SBS Ajukan Dua Pertanyaan pada Warga

POS-KUPANG.COM I BETUN--Setelah mengelilingi desa-desa di beberapa kecamatan seperti di Malaka Timur, Kobalima Timur, Sasitamean, Io Kufeu, kali ini masuk pada beberapa titik di Malaka Tengah.

Dalam kampanye terbatasnya di Dusun Bakatiu, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Bakal Calon Bupati (Cabup) Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau SBS didampingi Calon Wakil Bupati, Wendelinus Taolin atau WT mengajukan dua pertanyaan penting.

SBS-WT yang pada pilkada 2020 ini mendapat nomor urut 2 (dua) menanyakan apakah warga selama ini pernah sakit dan berobat dibayar? Pertanyaan lain apakah program pacul tanah yang juga merupakan bagian dari  program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) warga membayar?. Dijawab warga dengan serempak "semua gratis".

SBS dihadapan warga di Dusun Bakateu, Sabtu (17/10) kemudian menjelaskan kehadirannya bersama WT juga tim keluarga dan pengurus Partai Politik pengusung Paket nomor 2 (dua).

Dikatakan SBS, saat ini dirinya masih menjabat sebagai bupati Malaka definitif yang karena maju kembali pada Pilkada 2020, sehingga mengajukan cuti kampanye diluar tanggungan negara.

SBS menegaskan kembali bahwa pada periode kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Almarhum Daniel Asa saat itu "memproklamirkan" program kesehatan gratis dan RPM juga beberapa program lain yang dirumuskan dalam 7 program strategis pembangunan Malaka.

"Kenapa saya tanyakan soal pernah sakit dan berobat kemana apakah dibayar atau tidak. Karena saya perlu pastikan apakah warga bayar atau tidak begitupun soal Pacul tanah. Karena saya cuma cuti kampanye sampai tanggal 5 Desember lalu tanggal 6 Desember aktif kembali menjadi bupati definitif sampai Februari 2021," jelas SBS.

Menurut SBS, paket ini hadir pada kampanye terbatas ini tidak menjanjikan program baru lagi. Karena jika dipercayakan kembali oleh warga Malaka memimpin daerah ini maka program yang sudah diletakan bersama almarhum Daniel Asa, akan dilanjutkan paslon ini.

"Kami  datang tidak kampanye tapi menjenguk keluarga untuk sama-sama bersatu hati memenangkan pilkada 9 Desember dengan mencoblos nomor 2 (dua). Warga telah merasakan apa yang sudah kami buat dan tinggal melanjutkan dan melengkapi  yang masih kurang," tambah mantan Kadis Kesehatan NTT ini.

Sementara WT menambahkan, alasan utama mendampingi SBS pada pilkada ini selain didukung penuh oleh keluarga besar Taolin,  juga berkaca pada pengalaman pilkada 2015. Massa pendukung SBS yang tetap setia sangat banyak.

Baca juga: Update Covid-19 NTT : Lagi, Transmisi Lokal di Kupang Sumbang Kasus Positif Baru

Baca juga: TRAGIS! Mama Muda Habisi Nyawa Bayinya Saat Pulas, Suami Main Game, Begini Kronologinya

Baca juga: Warga Dua Kecamatan di Amfoang Kini Merdeka dari Persoalan Kegelapan

Baca juga: Ibu Muda Sempat Kabur Setelah Gorok Leher Bayinya, Ipar Gendong Bayi Sambil Teriak Minta Tolong,Info

"Saya mendapat dorongan dan dukungan dari keluarga besar Taolin untuk mendampingi Ama Dokter Stefanus. Kami akan bekerja maksimal melanjutkan apa yang sudah dikerjakan selama ini. Untuk itu saya ajak kita semua untuk tetapkan hati bulatkan tekad memenangkan paslon nomor 2 pada tanggal 9 Desember nanti," ajak WT.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved