Berita Lewoleba Hari Ini

IM-LAS Rumah Bagi Para Musisi Lembata

Lembata All Star rupanya terus menunjukkan keseriusan mereka bergelut di belantika musik Kabupaten Lembata

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Acara pengukuhan pengurus IM-LAS dilangsungkan di Komak, Lewoleba, Minggu (18/10/2020) malam. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Lembata All Star rupanya terus menunjukkan keseriusan mereka bergelut di belantika musik Kabupaten Lembata.

Setelah meluncurkan single perdana bertajuk 'Ciptakan Damai di Bumi', para musisi ini kemudian mengukuhkan keberadaan mereka dalam satu wadah yang legal dan berbadan hukum bernama Ikatan Musisi Lembata All Star ( IM-LAS).

Acara pengukuhan ini dilangsungkan di Komak, Lewoleba, Minggu (18/10/2020) malam. Lukas Lolik Luon, pentolan grup musik Trio Amlegal, didapuk sebagai Ketua IM-LAS bersama Florensyie Rambu Hika Ndapamerang sebagai Sekretaris dan Maria Lusi Bunga sebagai bendahara.

Baca juga: Inovasi Brilian Pemdes Hadakewa: Nelayan Kredit Kapal, Mencicil Pakai Ikan

Pengukuhan para pengurus ini dilakukan oleh dewan pembina yakni John Bala Wawin, Ambrosius Sinyo Kaona, Elisabeth Kornelia Gole dan Martina Herlince Atawolo.

Lukas Lolik Luon atau yang akrab disapa Lolik menyebut IM-LAS sebagai rumah bagi para musisi di Lembata.

Menurut dia, sebagai rumah, IM-LAS selalu membuka pintu bagi setiap insan musik di Lembata yang hendak berkarya.

Baca juga: Menyaksikan Pesona Bukit Golo Depet di Manggarai Timur

Sebagai sebuah lembaga resmi, IM-LAS juga mempunyai misi untuk meningkatkan produktivitas musik di Kabupaten Lembata.

"Bahwa jauh sebelum kita ada, sudah ada yang berjasa di belantika musik Lembata dan kita menaruh hormat kepada mereka semua," ujar Lolik.

Salah satu dewan pembina, Ambrosius Sinyo Kaona meyakinkan para pengurus baru kalau mereka tidak berkerja sendiri.

"Kita akan berjalan bersama. Kalian tidak berjalan sendiri. Kita dibentuk karena kesamaan hobi dan kesamaan minat bermusik. Sehingga kita berkumpul," pesannya.

Sinyo melanjutkan, lagu 'Ciptakan Damai di Bumi' karya John Bala Wawin yang sudah dirilis Juli kemarin merupakan embrio IM-LAS di bumi Lembata.

"Meski ada nada nada sumbang, kita tetap melangkah. Prinsipnya kita buka ruang untuk siapa saja masuk bersama kita. Sekarang kita diakui secara hukum. Kelompok spontan menjadi kelompok yang diakui," kata Sinyo.

Dia harap sebagai sebuah perkumpulan IM-LAS tidak hanya fokus bergelut di bidang musik saja tapi bisa juga turut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ada di Lembata.

Salah satu inisiator Lembata All Star, Nona Atawolo bahkan ingin IM-LAS bisa menjadi wadah bagi para musisi berkarya untuk Lembata.

"Kita harap IM-LAS bisa lebih bersemangat lagi apalagi karya kita sudah dikenal masyarakat Lembata," imbuhnya.

"Kita mau tunjukkan bahwa kita itu ada dan potensinya luar biasa dan banyak. Kita buktikan di luar juga sudah tahu Lembata All Star. Kami sebagai inisiator sudah mulai dan kita buktikan kalau kita bisa," tandas Nona Atawolo. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved