Jumat, 15 Mei 2026

Berita Kupang Hari Ini

Warga Sillu Kesulitan Mengakses Sumber Air Bersih

Kepala Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Mikael Tokael menegaskan, sumber air di desa yang dipimpinnya cukup besar

Tayang:
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Dok. Humas Setda Kupang
Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe berfoto bersama peserta dialog di Desa Sillu, Rabu (14/10). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG---Kepala Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Mikael Tokael menegaskan, sumber air di desa yang dipimpinnya cukup besar. Namun, kendalanya adalah berada di tempat yang sulit dijangkau dengan berjalan kaki.

Untuk itu, atas nama warga sangat berterima kasih kepada P2AT yang melakukan kegiatan pengeboran sungai atau sumur bor. Sumur bor yang ada di Desa Sillu belum dimaksimalkan secara baik sehingga diharapkan para pihak saling bertukar pendapat memecahkan persoalan air ini.

Baca juga: Sumba Timur Tanpa Kasus Positif, Pelaku Perjalanan Terus Naik

Mikael Tokael dalam kegiatan dialog bertemakan "Jembatan Aspirasi" yang dilaksanakan di desa tersebut yang dibuka Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, Rabu (14/10) merupakan harapan mereka.

Dikatakannya, melalui dialog ini bisa menyerap banyak aspirasi dari warga terkait kondisi warga dan kesulitan yang dialami terutama kebutuhan air bersih.

Baca juga: Kodim 1618 TTU Kembali Gelar Komsos dengan Sejumlah Komunitas

"Saya berkeyakinan jika air bersih sudah ditangani maka Program Revolusi 5P di Kabupaten Kupang bisa terlaksana dengan baik. Sumber air ada tapi aksesnya cukup jauh karena harus berjalan kaki. Mari kita sama-sama pikirkan untuk kelola sumber air yang ada di Sillu ini agar warga bisa terbantu," katanya.

Sementara Yohanes Harapan dari BWS mengatakan, pada dasarnya mereka sangat senang karena ini wujud perhatian masyarakat pada aset bantuan pemerintah. Pemanfaatan air perlu diatur karena ketersediaan air dalam tanah ini perlu diatur pengelolaannya.

Dia mengatakan, di setiap sumur bor harus ada kelembagaan. Ada uji coba pada pengelompokkan untuk melihat respon masyarakat. Namun pengelolaan dari masyarakat belum maksimal.

"Untuk itu, sumur bor yg dekat dengan jaringan PLN bisa kami pindahkan agar tidak lagi membeli solar melainkan menggunakan pulsa listrik. Dan kalau bisa operatornya harus pemilik lahan. Dari pihak balai, inilah peran pengelolaan, bagaimana masyarakat secara partisipatif menjaga fungsi DAS," ujar Harapan.

Camat Fatuleu Ruben Lobo Duki mengatakan, untuk kesejahteraan warga Desa Sillu, air yang sudah ada ini harus dikelola dengan baik melalui meteran air dan iuran yang dipungut dari masyarakat oleh masyarakat ini bisa menjadi bahan pengelolaan desa.

Turut hadir dalam dialog ini Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Benediktus Humau, Perwakilan Kepala Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) Tobias Alo, kepal Seksi Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 Yohanes Harapan, tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama di Desa Sillu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved