Breaking News:

Berita Kupang Hari Ini

Waspada Investasi, OJK Gelar Edukasi Bagi Guru SMP se-NTT

Dalam rangka memeriahkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2020, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) NTT menggelar webinar edukasi bagi Guru IPS

POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT menggelar webinar edukasi bagi guru IPS tingkat SMP se-NTT, Jumat (16/10/2020) melalui aplikasi zoom. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dalam rangka memeriahkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2020, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) NTT menggelar webinar edukasi bagi Guru IPS tingkat SMP se-NTT. Acara tersebut diselenggarakan pada Jumat (16/10/2020) melalui aplikasi zoom.

Kepala OJK NTT Robert HP Sianipar dalam sambutannya menjelaskan bahwa OJK sebagai lembaga negara menjalankan fungsinya untuk mengatur, mengawasi, dan melindungi sektor jasa keuangan. Seluruh lembaga jasa keuangan itu bisa dikelompokkan menjadi perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank. Oleh karena itu, OJK juga melindungi seluruh kepentingan konsumen atau masyarakat yang menggunakan jasa keuangan. Cara yang dilakukan adalah melalui edukasi dan sosialisasi.

Baca juga: Banyak Perabotan dan Surat Berharga Yang Dirusak Dalam Insiden Di Besipae

OJK rutin melakukan survei tentang tingkat pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan atau lebih dengan tingkat literasi dan inklusi. Berdasarkan data nasional pada tahun 2019, indeks literasi atau pemahaman masyarakat NTT mengenai produk dan jasa keuangan hanya sebesar 27,8 persen, sedangkan indeks inklusi atau penggunaan produk dan jasa keuangan hanya sebesar 60,6 persen. Artinya, masih terdapat 39,4 persen masyarakat NTT yang tidak dapat mengakses layanan keuangan, baik karena faktor penyebaran jaringan lembaga jasa keuangan formal yang tidak merata, struktur geografis dan populasi yang tersebar, keterbatasan persyaratan, maupun pengetahuan keuangan yang rendah. Perbedaan tingkat pemahaman dan tingkat penggunaan itu menyebabkan maraknya korban penipuan dari penawaran investasi ilegal.

Baca juga: Panwaslu Dingatkan Bekerja Profesional dan Tidak Boleh Memihak di Pilkada

"Dalam rangka bulan inlusi keuangan ini, OJK melakukan beberapa kegiatan untuk terus meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Kita meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat. Setelah paham nanti indeks inklusinya meningkat," kata Robert.

 Apabila hendak melakukan investasi, Robert mengingatkan para guru agar memahami prinsip 2L, yakni Legal dan Logis. Legal, artinya suatu tawaran investasi harus memiliki izin, berupa surat izin badan hukum dan izin usaha/operasional. Selanjutnya, logis, artinya imbal hasil yang masuk akal.

"Dengan memiliki pengetahuan dan cerdas mengelola keuangan, kita bisa terhindar dari investasi ilegal," kata Robert.

Robert juga mengajak para guru untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini bagi para anak didik mereka. Apalagi, kebiasaan itu memberi keterampilan mengelola keuangan yang baik di era seperti ini. Para guru juga diminta untuk membantu OJK memberikan edukasi kepada para siswa terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan.

"Kami berharap dengan meningkatkan edukasi dan sosialisasi seperti ini ke depan tidak ada lagi masalah investasi ilegal dimana bapak ibu atau masyarakat NTT jadi korban," harap Robert.

"Kami mengharapkan bapak ibu guru peserta kembali mengajarkan materi yang sudah diperoleh kepada anak didik, keluarga, dan tetangga untuk berbagi pengetahuan mengenai OJK, industri jasa keuangan, dan investasi ilegal. Kita sama-sama bekerja sama untuk mencerdaskan masyarakat," Robert menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Dumuliahi Djami meminta para guru dan kepala sekolah yang hadir bisa meneruskan informasi yang ada kepada para murid dan masyarakat. Ia berharap para guru tidak turut menjadi korban investasi bodong.

"Bapak ibu guru, saya minta agar kegiatan ini diikuti dengan baik dan dapat menyosialisasikan pengetahuan yang didapat hari ini kepada siswa dan tetangga terdekat. Apalagi, investasi bodong ini masuk lewat internet; grup dan whatsapp," harapnya.

Adapun narasumber dalam webinar tersebut yakni Dedi Safari Yapudin selaku Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK NTT; Imam Subekti selaku Vice President Pegadaian Area Kupang; Adevi Sabath selaku Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTT; dan R Nining Juningsih selaku Relationship manager Dana Ritel BRI Cabang Kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved