Berita Lewoleba Hari Ini
PKK Lembata Fokus Stunting dan Pencegahan Covid-19
Tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga ( TP PKK) Lembata fokus menangani stunting dan pencegahan Covid-19
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga ( TP PKK) Lembata fokus menangani stunting dan pencegahan Covid-19
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga ( TP PKK) Kabupaten Lembata menggelar Jambore Kader PKK dan kader Posyandu, Kamis (15/10/2020).
Kegiatan yang berlangsung di Olympic Ballroom dan Resto ini dihadiri utusan kader PKK dan Posyandu dari 9 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lembata.
Ketua TP. PKK Lembata, Yuni Damayant Sunur, di hadapan Forkopimda dan tamu undangan mengatakan pencegahan Stunting dan memutus penularan Covid-19 di lingkungan keluarga merupakan fokus perhatian bersama yang harus dilakukan sampai dengan tingkat Desa.
Baca juga: Tingkatkan Kerjasama, Kapolda NTT Lakukan Silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Kupang
Pencegahan stunting merupakan prioritas nasional, walaupun prevalensi balita Stunting di wilayah NTT dalam kurun waktu 3 tahun mengalami penurunan, namun angkanya masih tinggi sekitar 27,5% dan di Kabupaten Lembata sendiri terdapat 55 Desa Stunting yang tersebar di 9 Kecamatan.
"Oleh karena itu PKK Lembata siap berjuang menjadi garda terdepan dalam pengentasan Stunting dengan meningkatkan kapasitas kader melalui peningkatan 10 program pokok PKK dan Dasa Wisma. Kami berharap pemerintah dan seluruh stakeholder dapat bergandengan tangan bersama dalam meningkatkan kualitas hidup generasi masa depan Lembata," ujar Yuni.
Baca juga: Warga Kota Kupang Kesulitan Air, Kali Ini Jadi Alternatif
Selain Stunting, pandemi Covid-19 yang mewabah juga berdampak luas terhadap aspek kehidupan masyarakat sehingga PKK juga akan menjadi garda terdepan memutus penyebarannya melalui gerakan #PKKGebrakMasker mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga Kelurahan/Desa serta akan mensosialisasikan disiplin diri patuhi protokes (protokol kesehatan).
Yuni menuturkan kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda PAUD, karena PAUD punya peran strategis dalam pengembangan SDM unggul Leu Auq-Lewotanah Lembata sebagai modal pembangunan yang punya daya saing tinggi.
Dia juga berterimakasih kepada Pemkab Lembat yang telah mempercayakan PKK untuk mendukung program pemerintah di sektor pariwisata melalui penandatanganan MoU antara pemerintah dengan Badan Otorita Pariwisata Labuhan Bajo Flores (BOPLBF) berupa pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif untuk Desa wisata (travel village) #explore rural Lembata.
Pemkab Lembata sendiri telah menerbitkan Keputusan Bupati nomor 306 tahun 2020 tertanggal 23 Juni 2020, tentang 55 Desa/Kelurahan lokus penanganan Stunting tahun 2021, yakni Kecamatan Lebatukan (9 Desa), Nagawutung (6 Desa), Atadei (9 Desa), Wulandoni (10 Desa), Buyasuri (6 Desa), Omesuri (6 Desa), Nubatukan (2 Desa dan 2 Kelurahan), Ile Ape (4 Desa) danKecamatan Ile Ape Timur (1 Desa).
Sementara itu, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa PKK tidak berjalan sendiri karena pemerintah ikut mendukung.
Mulai tahun ini menurut Bupati Sunur, PKK dan Pemkab Lembata bersama-sama menuntaskan beberapa prioritas daerah baik di sektor kesehatan, sektor ekonomi masyarakat maupun sektor pariwisata. PKK ikut terlibat dalam kegiatan prioritas sehingga menjadi fokus kita bersama-sama.
Untuk sektor kesehatan, stunting menjadi fokus. Saat ini sebanyak 55 Desa/Kelurahan masuk kategori stunting dan harus jadi prioritas pencegahan sehingga jumlah kasus tidak bertambah.
Kemudian untuk sektor ekonomi melalui pariwisata, PKK diminta memberikan dukungan fokus kegiatan pengembangan pariwisata khususnya pada desa-desa pariwisata dan desa cepat tumbuh.
"Tahun ini tidak tanggung-tanggung, ada anggaran Rp 500 Juta yang digelontorkan untuk percepatan pemulihan ekonomi sehubungan dengan dampak Covid-19 khusus memberikan pelatihan dan mendorong giat ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat punya keterampilan karena UKM di sektor kuliner membutuhkan keterampilan yang luar biasa termasuk dalam mengolah bahan lokal yang menarik minat pengunjung," jelasnya.
"Saya berharap kegiatan ini menjadi ajang PKK meningkatkan kapasitas diri dan menjadi ajang silaturahmi, adu inovasi, adu kreativitas dan produktifitas sehingga menjadi model kita bersama dalam mengangkat pariwisata di Lembata, karena fokus kebijakan kita di tahun 2021 pada tourism linkage dimana kita sudah melakukan beberapa kerjasamanya." (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pkk-lembata-fokus-stunting-dan-pencegahan-covid-19.jpg)