Konflik Laut China Selatan Terbaru, China Minta ASEAN Bersatu Lawan Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak agar negara-negara tetangganya mewaspadai ambisi Amerika Serikat ( AS) di wilayah Asia.

thetimes.co.uk
HMS Queen Elizabeth siap bergabung dengan sekutu di Laut China Selatan 

Konflik Laut China Selatan Terbaru, China Minta ASEAN Bersatu Lawan Amerika Serikat

POS-KUPANG.COM | BEIJING - Menteri Luar Negeri / Menlu China Wang Yi mendesak agar negara-negara tetangganya mewaspadai ambisi Amerika Serikat ( AS) di wilayah Asia.

Diplomat tingkat atas China tersebut juga menyerukan kerja sama regional untuk menggagalkan provokasi pihak asing di Laut China Selatan atau LCS.

Seruan itu disampaikan Wang dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Malaysia sebagaimana dilansir dari RT, Selasa (13/10/2020).

Dia menambahkan bahwa anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ( ASEAN) harus bekerja sama untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut.

Kapal perusak milik Angkatan Laut AS yang dilengkapi misil kendali, USS Higgins. Kapal tersebut menjadi satu dari dua kapal militer AS yang dilaporkan terlihat berlayar di wilayah Laut China Selatan, Minggu (27/5/2018).
Kapal perusak milik Angkatan Laut AS yang dilengkapi misil kendali, USS Higgins. Kapal tersebut menjadi satu dari dua kapal militer AS yang dilaporkan terlihat berlayar di wilayah Laut China Selatan, Minggu (27/5/2018).(SCMP / US NAVY)

Baca juga: Kapal Perusak AS Lalui Selat Taiwan Militer China Siaga Penuh, Pasukan Elit Fokus Kesiapan perang

Baca juga: Pengakuan Nagita Slavina Bikin Raffi Ahmad Panas Hati; Ada Pengusaha asal Bali Dekati Bunda Rafathar

Baca juga: Baru 18 Tahun Merdeka, Timor Leste Sudah Kalahkan Indonesia Dalam Hal Ini, Warga Perbatasan Gemas

Diplomat tersebut berpendapat bahwa Laut China Selatan atau LCS, seharusnya tidak menjadi area bagi kekuatan besar yang bergulat dengan kapal perang.

Wang menambahkan bahwa China dan ASEAN memiliki kapasitas dan kebijaksanaan penuh serta tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan kententraman di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Wang yang mengunjungi Malaysia sebagai bagian dari tur ke Asia Tenggara, menyerukan kerja sama di antara negara-negara ASEAN untuk menghilangkan gangguan eksternal di Laut China Selatan.

Dia meminta mitra regional China untuk tetap waspada terhadap strategi "Indo-Pasifik" dari Washington.

Itu karena menurutnya, strategi tersebut menghadirkan "risiko keamanan" yang jelas untuk Asia Timur.

"Apa yang (AS) kejar adalah untuk meneriakkan mentalitas perang dingin kuno dan memulai konfrontasi di antara berbagai kelompok dan blok, dan memicu persaingan geopolitik," kata Wang.

Ketegangan antara Negeri "Panda" dan Negeri "Uncle Sam" telah meningkat selama berbulan-bulan terakhir.

Patroli angkatan laut AS yang melalui Laut China Selatan terus membebani hubungan bilateral antara kedua negara.

Washington mengatakan kehadiran mereka di Laut China Selatan merupakan bagian dari misi "kebebasan navigasi" dan mengklaim bahwa operasi semacam itu melindungi lalu lintas laut di sana.

Sementara Beijing mengecam kehadiran militer AS sebagai provokasi yang mengancam kedaulatan teritorialnya.

Beijing juga menuduh Washington "memiliterisasi" Laut China Selatan. China juga memperingatkan bahwa aktivitas angkatan laut yang tidak diinginkan dapat menyebabkan kecelakaan.

AS, sementara itu, menuduh bahwa Beijing bertujuan untuk membuat "kerajaan maritim" di wilayah tersebut.

Syarat Kepentingan Politik

Diplomat senior pemerintah China dan Penasihat Negara Wang Yi, mengatakan pada Rabu (9/9/2020) bahwa Amerika Serikat (AS) berusaha memenuhi kebutuhan politiknya sendiri dalam sengketa Laut China Selatan.

Wang mengatakan atas kebutuhan politik itulah yang membuat AS melakukan intervensi secara langsung dan mendorong dilakukannya militerisasi terbesar di kawasan itu, kata Wang.

Learn more Melansir Reuters pada Rabu (9/9/2020), dia membuat pernyataan itu dalam konferensi video dengan para menteri luar negeri di KTT ASEAN.

“Perdamaian dan stabilitas adalah kepentingan strategis terbesar China di Laut China Selatan. Itu juga merupakan aspirasi strategis bersama antara China dan negara-negara ASEAN,” kata Wang dalam pernyataan yang diunggah di situs kementerian luar negeri.

Wang mengatakan China bersedia untuk berkomunikasi dan berdialog dengan Amerika Serikat untuk mencapai kerja sama.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved