Breaking News:

Songsong Musim Hujan Tiba,1.117, 90 Hektar Lahan di Kabupaten Malaka Sudah Selesai "Digaruk" Traktor

Luas lahan yang paling besar yang sudah digaruk yakni Kobalima seluas 196, 64 hektar dan yang masih sedikit di Kobalima Timur

ISTIMEWA
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, sebelum cuti maju di Pilkada Malaka, melakukan uji coba traktor di lahan warga di Malaka Barat beberapa waktu lalu. 

Songsong Musim Hujan Tiba, 1.117, 90 Hektar Lahan di Malaka Sudah Selesai "Digaruk" Traktor

POS-KUPANG. COM I BETUN---Jelang musim tanam I dan menanti musim hujan tiba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka mengerahkan traktor besar (TR4) ke lahan petani di 12 kecamatan. Setiap hari traktor "menggaruk" lahan kering yang ada agar ketika musim hujan tiba, petani tidak kesulitan.

Sampai dengan posisi Sabtu (10/10), luas lahan petani yang ada di 12 kecamatan yang telah dipacul gratis seluas 1.117,90 hektar. Luas lahan yang paling besar yang sudah digaruk yakni Kobalima  seluas 196, 64 hektar dan yang masih sedikit di Kobalima Timur, 13,93 hektar.

Dari data yang diperoleh Pos-Kupang dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Malaka, Minggu (11/10), luas lahan yang dipacul gratis menggunakan TR4 yakni,  Kecamatan Wewiku seluas 186,94 Hektar, di Kecamatan Malaka Barat seluas 166, 72 Hektar.

Kecamatan Weliman seluas 160,83 Hektar, di Kecamatan Rinhat seluas 38,75 Hektar, di Kecamatan Malaka Tengah seluas 116,74 Hektar, di Kecamatan Kobalima seluas 196,64 Hektar, di Kecamatan Kobalima Timur seluas 13,93 Hektar.

Di Kecamatan Malaka Timur seluas 52,77 Hektar, di Kecamatan Laenmanen seluas 69,13 Hektar, di Kecamatan Sasitamean seluas 62,41 Hektar, di Kecamatan Botin Leobele seluas 20,14 Hektar dan di Kecamatan Io Kufeu seluas 32,90 Hektar. Total lahan yang sudah selesai ditraktor kini mencapai 1.117,90 Hektar.

Untuk diketahui, Pemerintahan Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau yang biass disapa SBS dengan almarhum Wakil Bupati, Drs. Daniel Asa menjadikan Revolusi Pertanian Malaka (RPM) sebagai program unggulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan  (TPHP) Kabupaten Malaka, Nikolaus Seran belum lama ini menegaskan, sasaran pacul lahan terutama pada lahan tidur milik rakyat yang selama ini belum pernah dipacul.

Sementara ini lahan masyarakat masih dalam persiapan panen jagung, kacang ijo dan singkong. Sehingga baru sebagian lahan dipacul. Diperkirakan selesai panen pada  Oktober ini, barulah dipacu pemaculan di kebun rakyat yang sudah selesai panen tersebut.

Salah satu petani di Kecamatan Weliman, Farida Hoar menyampaikan rasa syukur pada Pemkab Malaka terkait program RPM. Selama ini para petani mengolah lahan menanti hujan turun harus menyewa traktor untuk bajak tanah. Tetapi dengan hadirnya program RPM, petani terbantu karena Dinas teknis menurunkan traktor besar menggaruk tanah.

"Kalau dulu bajak tanah pakai traktor tangan butuh waktu lama. Tapi sekarang dengan traktor besar dalam hitungan jam saja sudah dipacul semua lahan tidur yang ada. Lagipula kami tidak perlu buang biaya lagi karena pacul gratis," jelas Hoar.

Sebelumnya petani di Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat, menyampaikan terima kasih pula buat Pemkab Malaka dengan hadirnya program RPM.

Menurutnya, mengolah sawah bukan hanya sekadar untuk kepentingan dapur, tetapi lebih dari itu untuk kebutuhan lain - lainnya. Apalagi dirinya  seorang single parents yang harus banting tulang membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

Kepala Desa Renduwawo Minta Pendatang Baru Wajib Lapor Diri

Biaya Operasi Pengangkatan Batu Ginjal Nol Rupiah Berkat JKN-KIS

Mau Langsing Guys ? Kepoin 4 Tips Berikut Tanpa Perlu Diet Secara Ekstrem

"Saya ini tidak saja sebagai ibu tapi bapak juga dalam mengurus kehidupan rumah tangga. Saya butuh banyak biaya untuk memberi nafkah keempat anak saya. Kalau  tidak kerja, bagaimana bisa  untuk membiayai kebutuhan putra-putri saya," ujar Elfiana dengan nada optimis.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong/adv).

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved