Pemda TTU Gelar Rapat Bersama Para Camat Bahas Kondisi Rawan Pangan, Simak Yuk!
para camat se wilayah TTU untuk membahas terkait dengan kondisi rawan pangan yang dialami oleh masyarakat.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Pemda TTU Gelar Rapat Bersama Para Camat Bahas Kondisi Rawan Pangan, Simak Yuk!
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kembali menggelar rapat bersama dengan para camat se wilayah TTU untuk membahas terkait dengan kondisi rawan pangan yang dialami oleh masyarakat.
Rapat bersama yang dipimpin Asisten II Setda Kabupaten TTU, Ferdinandus Lio tersebut dilakukan di Aula Lantai II Kantor Bupati TTU, Jumat (9/10/2020).
Usai rapat bersama, Asisten II Setda TTU, Ferdinandus Lio kepada sejumlah wartawan mengatakan kegiatan rapat koordinasi bersama para camat se-Kabupaten TTU itu dilaksanakan untuk penanganan rawan pangan yang terjadi di Kabupaten TTU pada musim tanam 2019/2020.
Dalam rapat tersebut, kata Ferrdinandus, pemerintah daerah meminta kepada seluruh camat untuk memasukkan data rawan pangan by name by adress.
Data tersebut nantinya akan diklarifikasi di tingkat kabupaten dan selanjutnya akan dilaporkan kepada Bupati TTU guna untuk kepentingan penyaluran bantuan rawan pangan kepada warga terdampak.
Ferdinandus menambahkan, setelah data dari tingkat kecamatan dikumpulkan, maka data tersebut akan dikaji oleh Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan untuk menjadi bahan masukan bagi bupati dalam mengambil keputusan.
"Output yang diharapkan dari pertemuan ini adalah masyarakat yang terdampak kekeringan tahun lalu bisa memperoleh bantuan pangan," ujarnya.
Terkait dengan besaran bantuan yang akan disalurkan, jelas Ferdy, tergantung dari jumlah kemampuan keuangan daerah serta hasil kajian data rawan pangan. Kewenangan terkait pendistribusian dan besaran bantuan tersebut ada di tangan Bupati TTU.
"Jadi bantuan ini akan disalurkan untuk masyarakat yang ada di 24 kecamatan di Kabupaten TTU. Soal jumlah anggaran yang digunakan tergantung dari jumlah kemampuan keuangan daerah dan data dan hasil kajian. Kewenangannya ada di tangan bupati," ungkapnya.
Sementara Kadis Pertanian, Gregorius Ratrigis mengatakan bahwa Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan sebagai dinas teknis akan terus berkoordinasi dengan Asisten II untuk format pendataan.
Menurut Gregorius, format data yang baku akan dikeluarkan setelah dikoordinasikan bersama antara Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bupati TTU sehingga format yang keluar hanya satu format saja.
Sementara itu, terkait dengan kondisi tanam dan produksi tahun 2019, terang Gregorius, mengalami kekeringan yang berpengaruh pada produksi tanaman di semua jenis komoditi, baik pangan alternatif maupun pangan strategis.
• Jokowi Tak Batalkan UU Cipta Kerja Silahkan Uji Materi di MK
• Karena Utang, Pemuda Ini Habisi Emak-emak Tetangganya, Sakit Hati Ditagih Utang, INFO
"Memang gagal panen terjadi di mayoritas kecamatan, namun ada desa tertentu yang panennya bagus," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pemda-ttu-gelar-rapat-bersama-para-camat-bahas-kondisi-rawan-pangan.jpg)