Breaking News:

Wujudkan Malaka jadi Kabupaten STBM, Zakarias Nahak Minta Kades Buatkan Perdes, Simak !

Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) berkomitmen menjadikan Kabupaten Malaka menjadi kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

POS-KUPANG.COM/EDY HAYONG
Asisten I Sekda Malaka, Drs. Zakarias Nahak didampingi Direktur Yayasan Plan Indonesia (YPI) bermitra dan Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) saat Deklarasi STBM Jilid II di Hotel Ramayana, Kamis (8/10). 

Wujudkan Malaka jadi Kabupaten STBM, Zakarias Nahak Minta Kades Buatkan Perdes

POS-KUPANG.COM I BETUN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka bersama Yayasan Plan Indonesia (YPI) dengan Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) berkomitmen menjadikan Kabupaten Malaka menjadi kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Saat ini dari total 127 desa yang tersebar di 12 kecamatan yang ada, baru 13 desa yang telah menerapkan program STBM. Diharapkan desa-desa lainnya bisa belajar pada 13 desa itu tetapi harus dibuatkan payung hukum di desa berupa Peraturan Desa (Perdes) tentang tata pola hidup sehat.

Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI), Vinsen Kia Beda dihadapan Asisten I Sekda Malaka, Zakarias Nahak, Ketua Komisi III DPRD Malaka, Felix Bere Nahak, Winner Project Provincial Coordination NTT, Denny Rahadian di Hotel Ramayana, Kamis (8/10) menyampaikan beberapa catatan penting.

Vinsen pada Deklarasi Desa STBM Jilid II ini, dalam sekapur sirihnya mengatakan,  sebelumnya ada 4 desa sudah mendeklasikan Desa STBM. Saat ini ditambah lagi 9 desa sehingga  total menjadi  13 desa dari total 127 desa yang ada di Malaka.

Dirinya menyampaijan terima kasih atas dukungan penuh dari YPI buat  YPTI. Pasalnya, YPTI merupakan pelaksana lapangan. Terkait program STBM ini, lanjut Vinsen, hal yang perlu menjadi skala perhatian adalah ketersediaan water closed (WC).

"Water closed  itu harga diri. Kami terus berusaha melakukan pendampingan secara terus menerus akhirnya bisa sukses. Dengan pola pelayanan tulus dan memberi pesan untuk biasakan pola hidup baru maka keluarga-keluarga di 13 desa ini sudah menerapkan STBM," ujar Vinsen.

Asisten I Sekda Malaka, Drs. Zakarias Nahak, menegaskan, berbicara soal kebersihan itu untuk semua warga bukan petugas kesehatan. Jika orang lain  mengajak warga Malaka untuk hidup bersih dan sehat maka perlu ditanggapi positif.

"Kita jangan masa bodoh dengan kesehatan sanitasi. Atas nama Pemkab Malaka saya sampaikan terima kasih buat YPI dan YPTI yang datang mengajak warga untuk biasakan hidup sehat dan bersih," jelas Zakarias.

Kepada para kepala desa (kades), Zakarias menandaskan bahwa pemerintah mengajak semua pihak untuk mewujudkan Malaka menjadi Kabupaten STBM. Tugas kades adalah membuat Perdes soal tata pola hidup sehat sehingga tindakan ini betul-betul terjaga.

"Kalau sudah ada Perdes maka diatur aturan hukumnya. Ada sanksi bagi yang tidak menerapkan pola hidup bersih seperti pembuatan WC asalkan perlu dibicarakan bersama tokoh-tokoh sehingga jangan bertabrakan dengan aturan HAM," pesan Zakarias.

Zakarias juga mengajak semua warga Malaka untuk mengamankan sampah-sampah pada tempatnya. Semua warga harus berkomitmen berusaha agar tidak ada sampah di lingkungan masing-masing. Karena sehari menghasilkan 8 ons sampah sehingga perlu dikelola secara baik.

"Saya harapkan Dinas PUPR, PMD, Dinkes, bersama-sama bekerjasama. Bisa programkan semacam perlombaan pola hidup sehat," pinta mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Belu ini.

Adapun desa-desa yang sudah mendeklarasikan Desa STBM di  Malaka Jilid I  yakni Desa Wehali di Kecamatan Malaka Tengah  untuk pilar pertama yaitu stop buang air besar, Desa Wekmidar di Kecamatan Weliman, Desa Babotin Selatan di Kecamatan Botinleobele, dan Desa Naisau Kecamatan Sasitamean untuk pilar STBM.

Kemudian ditambah 9 desa deklarasi Jilid II yakni,Desa Takarai Kecamatan Botinleobele, Desa Umutnana Kecamatan Sasitamean, Desa Raisamane Kecamatan Rinhat, Desa Lakekun dan Desa Sisi, Kecamatan Koballima, Desa Railor Tahak, Kecamatan Malaka Tengah, Desa Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Desa Weulun Kecamatan Wewiku.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong/advetorial)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved