Corona, Harga Sembako Masih Stabil di Pasar

Meski tengah berada di masa pandemi Covid-19, suasana berbelanja di pasar tradisional di Kota Kupang terlihat normal

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Situasi Pasar Kasih Naikoten, Senin (5/10/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Meski tengah berada di masa pandemi Covid-19, suasana berbelanja di pasar tradisional di Kota Kupang terlihat normal. Sejumlah komoditas pun tetap laris, meski beberapanya juga mengalami penurunan.

Komoditas yang penjualannya tetap stabil adalah sembako. Pedagang sembako di Pasar Kasih Naikoten mengaku, tidak ada perubahan dalam segi pendapatan sebelum dan saat pandemi.

"Sama saja. Tidak ada perbedaan sebelum corona atau saat corona ini," kata Yanto (27) kepada POS-KUPANG.COM, Senin (5/10/2020).

NTT Nelayan Tani Ternak Gebrakan Kodim 1602 Ende Ende di Tengah Pandemi Covid-19

Selain dari segi pembeli dan pendapatan, Yanto juga mengatakan bahwa harga sembako cenderung stabil. Menurut dia, harga cabai baik cabai besar atau kecil terbilang normal. Cabai besar masih dijual dengan Rp40.000 per kg, sedangkan cabai kecil Rp10.000 per kg. Ia hanya merasa adanya penurunan harga pada tomat. "Kalau tomat turun. Sekarang Rp 5 ribu per kg, turun dari Rp 10 ribu dan Rp 15 ribu," jelasnya.

Dandim 1602 Ende Komit Tingkatkan Program Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Selain itu, harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Kasih Naikoten pun terasa stabil oleh para pedagang. Irmawati (48) menjual bawang merah Rp 10 ribu per kg dan bawang putih Rp 25 ribu per kg. Meski ia merasa pendapatan per harinya menurun, dari Rp 300 ribu per hari menjadi Rp 100 ribu per hari, Irmawati menganggap penjualan bawang di tempatnya cukup normal. Harga bawang yang terbilang normal juga diakui oleh Yolin (18). Ia menjual bawang merah Rp 15 ribu per kg dan bawang putih Rp 30 ribu per kg.

Salah satu sembako yang terbilang normal adalah telur. Alfons, salah seorang pedagang telur di Pasar Fatubesi, Oeba menjual telur ayam dengan harga Rp 45 ribu per rak, sedangkan telur puyuh seharga Rp 40 ribu per rak. Harga tersebut dirasanya cukup normal. "Penjualan telur aman. Tidak ada bedanya sebelum dan saat corona ini. Untuk telur, aman," ungka Alfons singkat. Hal itu juga diakui oleh Daniel (43), bahwa pandemi tidak memengaruhi harga telur yang ia jual.

Sementara itu, harga ayam potong milik Nurul di Pasar Oeba masih dijual normal dengan harga Rp 50 ribu dan Rp 60 ribu per potong. Bagi Nurul, harga tersebut bergantung dari pasokan daging ayam yang ada. Apabila stok daging ayam menipis, harga akan melambung naik. Sedangkan bagi Fred (42), pedagang sayur di Pasar Oebobo menilai tidak ada perbedaan harga pada barang jualannya, termasuk tingkat pembelian sayur. Ia pun masih menjual sayur dengan harga normal. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved