Rumput Laut Rusak, Penghasilan Petani Babokerong Turun Drastis
Namun normalnya, Ramli bisa meraup untung lumayan yang dalam sekali panen sampai 100 kilogram.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Rumput Laut Rusak, Penghasilan Petani Babokerong Turun Drastis
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Penghasilan petani rumput laut di desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata menurun drastis karena rumput laut rusak atau alami keputihan. Mereka pun pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Rusaknya rumput laut ini berlangsung hampir setiap tahun dan kali ini sudah berlangsung cukup lama.
Ramli Soba, petani rumput laut desa Babokerong, menjelaskan kejadian ini sudah berlangsung dari April lalu yang mana rumput laut mengalami keputihan, dan diserang penyakit lumut.
Penyebab dari rusaknya rumput laut ini akibat dari gelombang laut yang besar sehingga debu dari dasar laut menempel pada rumput laut.
"Lalu diganggu dengan ikan lagi. Jadi agar-agarnya rusak. Masih ada satu dua orang masih bertahan. Tapi kebanyakan hasilnya belum memuaskan," ujar Ramli saat pendistribusian bantuan sosial beras di desa Babokerong, Kamis (1/10/2020).
Menurut Ramli, petani seperti dirinya biasanya memanen rumput laut dua bulan sekali. Karena rumput laut rusak, penghasilan para petani tentu menurun. Namun normalnya, Ramli bisa meraup untung lumayan yang dalam sekali panen sampai 100 kilogram.
"Sekarang tidak ada penghasilan sama sekali. Kami juga tidak tahu caranya untuk atasi ini. Keputihan begitu kita pasrah saja. Kita lepas saja dia hancur sendiri. Kalau dimakan ikan dia tumbuh kembali. Kalau keputihan dia rusak," tambahnya.
Menurutnya, jika rumput laut rusak dan alami keputihan dia akan beralih menjadi petani kebun.
"Kita mau bikin kelompok petani rumput laut supaya kita bisa masukkan proposal ke atas supaya bantu kita," imbuhnya.
Naurat Gesi, petani rumput laut lainnya, mengakui hal yang sama. Pada saat-saat seperti ini ikan tertentu biasanya memakan rumput laut hingga akhirnya keputihan dan gugur.
• Update Harga Emas Antam, Emas Batik dan UBS di Pegadaian Hari Ini Sabtu 3 Oktober 2020
• Wagub Josef: Kalau Ada yang Berani Curi Uang Rakyat Saya Pecat
• Korps Kenaikan Pangkat Prajurit dan PNS Korem 161/Wira Sakti
"Kalau gelombang itu susah. Kulitnya terkelupas jadi hancur. Penanganannya kami tidak tahu bagaimana. Kami pasrah saja. Pencegahannya juga tidak ada. Kalau subur itu satu orang satu ton," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bantuan-sosial-beras-di-desa-babokerong.jpg)