Perang Armenia-Azerbaijan, Turki Ancam Akan Bantu Azerbaijan, Jika Perancis Ikut Canpur Bela Armenia

Perang hebat di Kaukasus Timur antara Armenia-Azerbaijan bakal menjadi perang semakin besar bila negara-negara Eropa benar-benar ikut campur

Editor: Alfred Dama
arabnews
Armenia dan Azerbaijan kerahkan artileri berat di pertempuran terbaru 

Perang Armenia-Azerbaijan, Turki Ancam Akan Bantu Azerbaijan, Jika Perancis Ikut Canpur Bela Armenia

POS KUPANG.COM -- Perang hebat di Kaukasus Timur antara Armenia-Azerbaijan bakal menjadi perang semakin besar bila negara-negara Eropa benar-benar ikut campur

Selama ini, Turki dituduh membantu pasukan Azerbaijan dalam perang itu. Pesawat tempur F-16 Turki diduga telah menembak jatuh dua pesawat Sukho SU-25 milik Armenia. Namun hal itu dibantah oleh pihak Turki dan Azebaijan.

Kini Perancis mulai ikut memberi komentar bahkan diduiga akan mendukung Armenia. Namun Turki sudah peringatkan bahwa negaranya akan ikut berperang langsung bila militer Perancis membantu Armenia 

 Kementerian Pertahanan Azerbaijan melaporkan pada Rabu (30/9), pertempuran sengit di zona konflik Nagorno-Karabakh antara pasukan Azervaijan dan Armenia terus berlanjut.

Presiden Donald Trump da Istri Dinyatakan Positif Virus Corona, Akhirnya Dipindahkan ke Rumah Sakit

"Dengan tujuan mendapatkan kembali wilayahnya, pihak Armenia memusatkan pasukan tambahannya ke arah Magadizsky dan pada pagi hari tanggal 30 September melakukan upaya untuk melancarkan serangan," kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan dalam pernyataan seperti dilansir kantor berita TASS.

"Langkah-langkah musuh ini berhasil digagalkan, pasukan Azerbaijan melakukan operasi serangan balasan untuk mematahkan perlawanan musuh," ujar Kementerian Pertahanan Azerbaijan. "Saat ini, operasi militer sedang berlangsung di sepanjang garis depan".

Kejaksaan Agung Azerbaijan mengatakan, 12 warga sipil tewas dan 35 lainnya luka-luka dalam serangan Armenia sejak konflik meletus di zona konflik Nagorno-Karabakh akhir pekan lalu.

Seiring dengan berlangsungnya konflik kedua negara, negara-negara lain pun mulai melibatkan diri dalam konflik tersebut.

Prancis dan Turki saling tuduh pada Rabu (30/9/2020) seiring meningkatnya ketegangan internasional atas bentrokan sengit antara Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia.

Mengutip Reuters, pada hari keempat pertempuran, Azerbaijan dan daerah kantong etnis Armenia di Nagorno-Karabakh saling melemparkan tuduhan bahwa pihal lain yang melakukan aksi menembak terlebih dulu di sepanjang garis kontak yang memisahkan mereka di pegunungan Kaukasus Selatan yang bergejolak.

Puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam pertempuran yang terjadi sejak Minggu, yang telah menyebar jauh ke luar kantong wilayah perbatasan.

Perang ini juga dicemaskan akan terus meluas ke dalam perang habis-habisan antara Azerbaijan dan Armenia.

Meletusnya kembali salah satu "perang dingin" sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 telah menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas di Kaukasus Selatan, koridor pipa yang merupakan jalur pengiriman minyak dan gas ke pasar dunia.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved