Parodi Situasi

Parodi Situasi: Menganga Covid

"Hai Nona Mia. Kiranya kamu jadi penjabat sementara bupati!" "Ya Nona Mia. Bagaimana bisa semuanya laki-laki

Editor: Kanis Jehola
Dok
Logo Pos Kupang 

POS-KUPANG.COM - "Hai Nona Mia. Kiranya kamu jadi penjabat sementara bupati!" "Ya Nona Mia. Bagaimana bisa semuanya laki-laki. Alangkah indahnya kalau ada bunga. Bunga itu adalah engkau, Nona Mia. Gender perspektif dalam politik. Membuat teduh, seimbang meskipun dikit, dan berwarna-warni."

"Kamu dua mimpi apa mimpi?" jawab Nona Mia kepada dua sahabatnya yang selalu melontarkan komentar tanpa pikir panjang. "Tunggu kalau Jaki atau engkau Rara yang jadi mendagri, baru pilih Nona Mia," kata Nona Mia sambil tertawa. Tetapi Nona Mia yang cantik itu langsung cemberut kembali karena Jaki dan Rara sama-sama tidak pakai masker, tidak jaga jarak.
***
Biar pun kenaikan jumlah kasus positif covid di kampungnya menjadi sorotan nasional, laki-laki itu malas tahu. Biar pun diberi peringatan untuk patuh pada protokol covid, laki-laki yang satu lagi tetap tidak mau tahu. "Mau lihat covid punya berani!" katanya sambil membusungkan dada. "Covid takut lihat kumis melintang," demikian kedua sahabat itu bersilat lidah dengan petugas pengawas keamanan warga dari covid.

Pilkada Sumba Timur - Polres Sumba Timur Siap Amankan Maklumat Kapolri

"Dari tadi duduk menganga di sini kah?" tanya Nona Mia. "Ini sedang covid semua waspada. Jaga jarak, pakai masker, hindari duduk menganga di sini," Nona Mia pasang muka masam kepada kedua sahabatnya Jaki dan Rara. "Kamu dua ini, sama sekali tidak memiliki kepekaan terhadap epidemi yang sedang terjadi di depan hidung!"

"Terserah toh!" jawab Jaki sambil menguap dan terbatuk-batuk tidak peduli bahwa dirinya sedang tidak pakai masker. "Mau menganga kah, mau katup kah, mau malang mau melintang terserah padaku. Apa masalahmu Nona Mia cantik? Kenapa mau repot!"

Clairine Clay: Tak Mau Kepo

"Kami maunya Nona Mia jadi pejabat bupati!" sambung Rara. "Memperindah taman!"

"Diamlah Rara! Saya lagi serius. Kamu tidak dengar kah himbauan untuk pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lain-lain," Nona Mia kecewa sekali dengan perilaku Jaki dan Rara sahabatnya.

"Hoe Nona Mia! Kalau kamu jadi pejabat sementara bupati, barulah orang mau dengar omonganmu. Kalau lu biasa-biasa saja, jangan mimpi!" Rara terbahak-bahak. "Biar lu himbau sampai mulut babusa, jangan harap Jaki mau dengar. Biar lu himbau seribu kali, sejuta kali sekali pun. Jangan mimpi Jaki mau turut," Rara terkekeh-kekeh.

"Jaki ini orang penting jadi lu tidak punya pengaruh apa-apa. Jadi diamlah Nona Mia jangan reseh mau urus urusan orang. Mau menganga covid kah atau malang melintang kah. Terserah!"
"Benza dimana?" tanya Jaki. "Dia pigi menganga dimana?"
***
Benza terpekur sedih setengah mati mengamati perilaku kedua sahabatnya Jaki dan Rara. Keduanya orang mengerti, makan pendidikan, makan pengalaman, tetapi perilakunya sungguh tidak dapat dijadikan contoh.

Terhadap covid keduanya benar-benar tidak peduli. Sementara kasus positif covid semakin lama semakin banyak di kampungnya. Alasan bahwa covid datang dari luar daerah, covid itu biasa saja, covid itu tidak perlu dipedulikan, covid itu enteng-enteng saja, menjadikan keduanya lebih tidak peduli lagi.

"Tiap hari selalu duduk menganga di tempat umum," kata Nona Mia kepada Benza. "Di kafe, di pasar, di mall, apalagi di tempat pesta. Itu dua manusia tidak peduli dengan aturan masker dan jaga jarak."
"Sudah himbau itu dua orang manusia?" tanya Benza dengan dingin.

"Namanya juga himbau. Biar urat leher putus himbau ya tetap himbau. Diikuti syukur tidak dipatuhi masa bodoh. Yang penting nongkrong dan duduk menganga. Itulah Jaki dan Rara. Apalagi kalau ada pesta kedua teman kita ini akan menganga sampai pagi," jawab Nona Mia dengan kecewa.
***
"Hai Benza!" Jaki dan Rara serentak memanggil. "Kalau Nona Mia jadi pejabat bupati. Pasti taman jadi sungguh indah, taman dengan nuansa gender mainstreaming."

"Kamu dua baru pulang menganga covid dimana?" tanya Benza dan Nona Mia.
"Wah, tidak nyambung!" Jaki dan Rara menggerutu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved