Breaking News:

Politik Malaysia Bergejolak, Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim Sesumbar Akan Bentuk Pemerintahan Baru

Politik di Malaysia terus bergejolak setelah Perdana Menteri Mahatir Muhamad mundur dari kursi perdana menteri

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.com/AFP/MOHD RASFAN
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin pada 1 Juni 2018. 

Politik Malaysia Bergejolak, Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim Sesumbar Akan Bentuk Pemerintahan Baru

POS KUPANG.COM -- Politik di Malaysia terus bergejolak setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad mundur dari kursi perdana menteri

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim yang diperkirahkan akan menggantikan Mahatir akhirnya terdepak. Sosok yang dipilih menjadi perdana menteri adalah Muhyiddin Yassin yang sebelumnya tidak menonjol dalam dunia politik di negeri jiran itu

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pada hari Rabu (23/9) bahwa dia telah mendapatkan dukungan mayoritas dari anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru dan sedang mencari audiensi dengan raja untuk meresmikan pengangkatannya sebagai perdana menteri.

Anwar, yang akan membutuhkan persetujuan raja untuk menggantikan perdana menteri saat ini Muhyiddin Yassin , mengatakan pada konferensi pers bahwa dukungannya dari anggota parlemen berarti Muhyiddin telah jatuh sebagai perdana menteri.

“Kami memiliki mayoritas yang kuat dan tangguh. Saya tidak berbicara tentang empat, lima, enam (kursi), saya berbicara tentang lebih dari itu, "kata Anwar seperti dilansir Reuters

Menkeu Sri Mulyani Nyatakan Indonesia Resmi Resesi, Dua Negara Asia Satu Tetangga Ini Malah Naik

Tak Berdaya Hadapi China di LCS, Filipina Akan Minta Bantan AS Jika AL-Nya Diserang China

2 Kakak Laki-laki Luna Maya Muncul di Foto Keluarga dan Buat Netizen Histeris Saking Tampannya

Kekayaan Minyak Timor Leste Diperkirakan Habis 2022, Presidennya Menghayal Kaya Seperti Dubai

Paranormal Mbak You Beberkan Sederet Inisial Artis yang Bakal Terkan Bencana dan Meninggal Dunia

Namun, Anwar tidak memberikan angka apa pun tetapi mengatakan itu mendekati dua pertiga dari 222 anggota parlemen.

Anwar Ibrahim berbicara dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, 23 September 2020.
Anwar Ibrahim berbicara dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, 23 September 2020. (via Kontan.co.id)

“Kami membutuhkan pemerintahan yang stabil dan kuat untuk menjalankan negara dan menyelamatkan negara,” tambahnya.

Klaim pemimpin oposisi itu muncul kurang dari tujuh bulan setelah Muhyiddin merebut jabatan perdana menteri menyusul kekacauan politik yang menyebabkan runtuhnya pemerintahan sebelumnya di bawah Mahathir Mohamad.

Kantor perdana menteri tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved